Tuesday, 22 April 2014

dek dinda

Kemarin-kemarin, kancah social media sempet dibikin heboh gara-gara postingan Path dek dinda, ahem. Kalau ada yang belum tau, googling aja pasti banyak. Dari mulai dia misuh-misuh soal ibu hamil, tulang kakinya yang lagi geser, sampai pada akhirnya minta maaf. Lagsung dong yah postingan Path dek dinda menuai amukan segenap ibu-ibu (hamil dan tidak) juga bapak-bapak, eh ga spesifik ibu-ibu dan bapak-bapak, maksutnya sih menuai amukan dari banyak orang.

Nih ya, dari postingan tersebut sebenernya kita bisa belajar banyak *ciyeee belajar banyak :)))*. Bahwa ga semua orang punya sensitivitas terhadap mereka yang lebih butuh tempat duduk di angkutan umum, bahwa ga semua orang bisa memposisikan dirinya kalau mereka yang jadi ibu hamil, orang tua, difabel, dsb. Nah, kalo pelajaran tentang hal itu sih obvious yak, udah dibahas sama semua orang di mana-mana, yang lebih bikin gw kepikiran justru betapa mengerikannya dunia soc-med, hiiiii…

Sekarang gini deh, Path itu kan digadang-gadang sebagai private soc-network yang mana jumlah temen terbatas (katanya 150 tapi sekarang naik jadi 500 yak?) dan katanya dibikin untuk mengakomodir inner circle, iya ga sih (analisis sotoy, makleum ga maenan Path). Path bukan fesbuk yang mana (kadang) ada orang yang accept friend request tanpa (benar-benar) tahu orang yang di accept. Dulu, gw juga gitu sik, sampai sadar ‘Kok banyak alay-alay di fesbuk gw?! Kenapa Tuhan?!?! Apakah karena aku pun alay?!?!’ *kemudian melakukan peremovean secara barbar*. Kalau di Path kan orang bener-bener selektif milih temen, temen yang bener-bener dikenal, yang (mungkin) bisa bikin nyaman kalau kita share moment yang agak private.

 Nah, di kasus dek dinda, kita ga tahu siapa-siapa aja orang yang dia approve sebagai teman, taruhlah dia menggunakan Path dalam kondisi ideal di mana dia approve inner circle-nya, orang-orang yang memang benar-benar dia tahu. Tapi kemudian ada salah satu inner circle nya dese yang capture statusnya dan nyebarin ke mana-mana. SEREM GA TUH?! *biasa aja kali Ning!* Ih gw sih serem…hahahahhaha…lebayyy. Niatnya pake Path kan biar cukup orang-orang tertentu yang tau moment kita, eh tetiba disebar ke seantero jagad raya, priye tho? Nah, hal ini pun ada pro kontra nya. Ada yang bilang sebar-sebar sesuatu dari Path itu nggak etis, itu kan sifatnya private, tapi ada juga yang bilang, kalau udah sampai ranah inet, apa-apa yang lo aplot udah ga private lagi, relakanlah jadi milik bersama.

Nah, atas dasar ‘relakanlah jadi milik bersama apa-apa yang sudah diaplot di inet’ inilah yang mendasari gw sampa saat ini (sampai saat ini loh, ga tau besok-besok) ga gembok twitter atau instagram. Kalo fesbuk nggak masuk itungan. Udah jarang bingit dimainin. Masih suka dicek, tapi palingan approve friend request, komen/like postingan yang muncul di home gw dan berkirim mesej. Berkirim mesej inilah pertimbangan utama untuk nggak nutup fesbuk karena some friends only connected through fesbuk, ya mao gimana lageeeee. Balik lagi ke masalah IG dan twitter, dua-duanya sejauh ini nggak gue gembok dengan alasan sebagai kontrol. Maksudnya gini, karena akun tersebut nggak digembok, siapapun bisa dengan bebas akses akun gw, baca twit dan liat aplotan foto, nah, dengan keadaan begini, gw jadi punya kontrol tersendiri bahwa apa-apa yang gw twit/aplot jangan yang ‘aneh-aneh’. Bahwa semua orang bisa dengan mudah akses akun gw, jadi kayak ada filter tersendiri sebelum posting apa-apa, gituloh. MESKIPUN GW KAN IMPULSIP DAN SUKA SPONTAN, JADI MASIH SUKA BLUNDER JUGA KALO LAGI MAINAN SOC-MED *self toyor*, tapi gapapa, kalo nggak kotor ka nggak belajar. Etapi kalo lo punya mental sekuat baja bin ndableg level 749575849, juga mengusung prinsip ‘akun aing kumaha aing’ ya silaken posting apa-apa sebebas-bebasnya. Asal kuat iman aja nerima cyber bullying dari semua umat. Ahem, masi inget kan selebtwit yang sempat tutup akun twitter dan hapus postingan blognya cuma gara-gara menyuarakan dukungan buat salah satu politisi? Ngeri nggak tuh dunia maya?!

Pesan moral lainnya adalah trust no one (berasa the x-files) on soc-med. Ada orang-orang yang emang lo bener-bener tahu siapa mereka, ada juga orang-orang yang lo cuma tahu siapa mereka. Mending pisahkan hal-hal yang yang memang ‘aman’ untuk di posting di soc-media, dengan hal-hal yang lebih baik diceritakan secara langsung sama orang yang yang lo percaya.

Yagitudeh pendapat gw, semoga mainan soc-med ini lebih banyak manfaatnya daripada mudorotnya. Hyeukkk…


read more.. "dek dinda"

Monday, 21 April 2014

Bikin paspor online

Baru-baru ini abis perpanjangan paspor, harapannya sih kalo tiba-tiba diundang adam levine ke holiwud, ga rempong lagi karena keabisan paspor *hyeuukk*. Nah, karena udah lama ga berurusan sama imigrasi di sini, gw cukup terkagum-kagum sama proses bikin paspor di masa kini, karena sekarang ini udah tersedia pilihan aplikasi online.

Jadi gini, untuk permohonan paspor bisa dilakukan secara online dan tidak. Kalo nggak online ya datang langsung ke kantor imigrasi, minta nomor antrian, lalu proses selanjutnya yang gw kaga tau *ga membantu :)))*, nah kalau untuk yang online, lain lagi ceritanya.

Pertama masuk dulu ke websitenya imigrasi Indonesia, terus pilih menu layanan publik, kemudian klik layanan paspor online. Dari situ, bakalan ada form isian, masukin aja data yang wajib (biasa, yang ada tanda bintangnya gitu), kenapa cukup data yang wajib? nanti akan tau jawabannya *sok misterius*. Jangan lupa siapkan scan dokumen yang perlu diaplot yaitu: ktp, akta kelahiran/ijazah/surat nikah (pilih salah satu), kartu keluarga, dan halaman depan paspor lama (kalau sudah pernah punya). Nah, setelah selesai proses tersebut, nanti kita bakal dapet imel konfirmasi yang berisi attachment sebagai pengantar pembayaran paspor ke bank. Print aja attachment tersebut untuk kemudian ngesot ke BNI. Katanya sih, bayarnya harus ke teller, jangan di ATM karena ada tanda bukti yang nantinya diperlukan.Biayanya 255 rebu+5 rebu biaya admin, total 260 rebu. 

Setelah selesai bayar di bank, buka imel yang dikirim oleh pihak imigrasi, terus buka halaman website yang ada di dalam imel tersebut. Halaman web tersebut dipakai untuk konfirmasi pembayaran. Masukan no jurnal yang ada di bukti pembayaran yang kita dapat dari bank, terus pilih hari dan cabang kantor imigrasi untuk datang langsung ke kantor imigrasi. Setelah proses konfirmasi, akan ada imel lain yang masuk, nah attachment imel tersebut kudu di print untuk dibawa ke kantor imigrasi.

Jangan lupa, bawa fotokopi dokumen yang sudah diaplot (sekalian bawa yang asli, mana tahu ditanyain) beserta tanda bukti dari attachment imel yang kita terima. Di kantor imigrasi, kita akan dikasi nomor antrian. Pas gw sik, gw datang jam 7.30 pagi dan kebagaian no 145, sedangkan yang dipanggil baru samapai no 8, Allahuakbar gw kaga ngarti harus datang sepagi apa ke sono. Di kantor imigrasi pun, akan tetap ada formulir data diri yang harus diisi secara manual, itulah alasan kenapa pas online ga usah ngisi form-nya dengan lengkap, lha wong nanti di imigrasi tetep ngisi form manual yang pertanyaannya itu-itu juga...bbbzzzttt. Selain form isian data diri, ada juga form pernyataan yang harus ditandatangani dan ditempel materai 6000 perak. Abis itu, masukkan semua dokumen dan form isian ke dalam map yang dikasi dari kantor imigrasi, inga-inga, mapnya gretong ya cynnn. Abis itu ngantri untuk foto dan wawancara (wawancara ga penting abis) dan kemudian dikasi tanda bukti buat ngambil paspor.

Proses pembuatan paspor itu sendiri makan 3-4 hari kerja, tapi status paspor kita pun bisa dicek secara online, canggih juga negara kita :)))). Pas ngambil, jangan lupa bawa tanda bukti dan receipt pembayaran bank/attachment imel kedua. Gampang nggak tuh :)))

Buat gw, kekurangannya sih cuma form isian yang masih harus diisi secara manual di kantor imigrasi. Kenapa nggak sekalian aja pas online, jadi lebih praktis karena di imigrasi cukup isi form pernyataan yang ditempel materai aja. 

Nah, imigrasi Bandung itu tiap harinya melayani 200 aplikasi online dan 300 aplikasi non-online (atau sebaliknya, gw lupa), gw langsung ngitung berapa duit yang ngalir per hari dari prosesi bikin paspor, eydannn tenan!! Ya belum tentu 500 aplikasi per hari sik, tapi yang namanya kantor imigrasi sumpah selalu penuh gilakkk!!!

Oia, untuk ukhti dan akhi *mendadak soleha* yang berniat buat umroh, salah satu syarat dari pemerintah Arab adalah kita harus punya nama yang terdiri dari tiga kata. Kalau nama kita kurang dari tiga kata, tinggal datang aja ke imigrasi dan minta form tambah nama (orang imigrasi udah ngarti) yang kudu dipakein materai 6000 juga. Tinggal kita masukin nama tambahan yang diinginkan seperti apa. Nama tambahannya dari bapak lho ya. Jadi kalo gw tambah nama ga bisa jadi Bening Mayanti Levine, ga boleh itu. Catet!

Oke, selamat bikin paspor. Mari kita doakan semoga prosesi birokrasi di negara kita bisa semakin kece!!


read more.. "Bikin paspor online"

Sunday, 20 April 2014

Floating Market Lembang

Setelah sekian lama denger ke-heitz-an dari floating market di lembang, akhirnya bisa juga mampir buat ke sana. Ternyata nggak susah buat sampai sana *yakali ga susah, bukan gw yang nyetir* pokonya dari setiabudi naik terus, sampai UPI naik terus, teruuusss, terusss, ke arah pasar lembang. Nah, dari pasar lembang ke arah kanan(jalur  mau ke Bandung). Tinggal lurus sekitar 500-800 m, floating market ada di sebelah kiri jalan. Paham?

Bingung kan? Pokoknya patokannya adalah pasar lembang, habis itu kalau bingung, Tanya aja bapak parkir atau mas-mas random di jalan, pasti tau *kenapa musti mas-mas ya?! Mbak-mbak juga bisa kok* Jadwal weekend dan weekday itu beda, klau hari sabtu, bukanya udah dari jam 8 pagi. 

Gw akan sangat merekomendasikan untuk datang pagi. Kalau bisa jam 8 sampai sana, jam 8 aja. Kenapa? Kalau masih pagi, belum banyak yang datang, parkir masih gampang dan nggak umpel-umpelan, jadi nyaman banget. Selain itu, semakin siang makin panas bok, beneran panas banget udah kayak Nairobi!! Ditambah orang udah padat di dalemnya, langsung males. Di dalam sana banyak yang jualan di atas perahu gitu, mulai dari bandros, bajigur, bandrek, siomay, dll. Nah,  untuk belanja di sana, harus pake koin, tapi tempat tukar koin banyak kok di dalamnya. Tiket masuknya sendiri tergolong mursid cynnnn, cuma 10 ribu per orang dan dapat welkom drink pulak. Pinternya si floating market, tiket masuk emang 10 rebu, tapi di dalemnya ada tempat buat kegiatan macem-macem yang harus bayar lagi, misalnya : naik perahu, kasi makan kelinci, beli pakan ikan (kalau mau kasi makan ikan), dll. Tapi ga mahal kok, tenang aja. Berhubung gw wis tuo dan ga tertarik buat ngasi makan kelinci dll, jadi ngaso aja sambil cemal-cemil, ditambah pemandangan yang acik! Ihiyyyyy…





Floating market lembang rasa Zurich, beneran :')
Pengeditan poto dibantu snapseed :')
   


Welkom drink.

Seiktar dzuhur gw udah capcus karena udah banyak banget pengunjungnya dan panas banget. Pas di jalan pulang, gilak antrian mobil buat ke atas edan tenan (ke atas buat ke daerah lembang, sedangkan gw turun)!! Dari gw keluar wilayah floating market sampai daerah UPI mobil bergerak selambat siput. Ya nama pun long weekend, ditariamakeun weh.  

read more.. "Floating Market Lembang"

Sunday, 13 April 2014

Jamaah Baking Soda

Bukannn!!! baking soda bukan sejenis ustad terus gw jadi pengikutnya dan menyebut diri gw sebagai jamaah baking soda *krik*. Gini lho, beberapa waktu yang lalu, sempet merhatiin twitternya @JennyJusuf yang lagi ngomongin baking soda sebagai pengganti dedoran. Hal pertama yang kepikir adalah 'seriusan?! baking soda buat di puk-pukin ke ketek gituh?! jangan-jangan abis itu keteknya ngembang!!' secara baking soda kan buat pengembang gitu kan kalo kita baking.

Jaman dulu tuh cuma tau kalo baking soda itu salah satu bahan kalo lagi baking yang fungsinya sebagai pengembang. Nah kandungan baking soda (natrium bikarbonat) itu kalau ketemu bahan yang sifatnya asam kan bereaksi ngehasilin karbondioksida dan gelembung udara gitu, yang begitu kena panas (oven) akan bikin adonan mengembang (cmiiw). Selain buat baking, gw pernah denger sih kalau baking soda itu efektif dipake untuk bersih-bersih. Katanya oke banget kalau dipake bersiin kerak bandel di porselen atau saluran/pipa yang clogging, tapi entah harus dicampurin sesuatu. 

Nah, begitu denger kalau baking soda efektif sebagai deodoran gw langsung semangat gituh! ahahaha...kalau orang lain concern ke masalah kesehatan karena (katanya) deodoran itu salah satu bahannya adalah aluminium yang (katanya -->katanya karena gw gak tau fakta sebenernya kayak apa) bisa jadi pemicu kanker, kalau concern utama gw adalah NODA DI BAJU GW!! makkk...ini pasti sudah lumrah kalau deodoran itu bikin baju putih jadi kuning dan baju item jadi putih (meskipun sekarang udah ada produk deodoran yang invisible gituh). Kalaupun warna baju bukan putih atau item, tetep aja ada residunya gitu *halah residu*. Iya emang, am that shallow, di saat orang berlomba-lomba buat (gaya) hidup sehat dengan no deodoran, gw mah mikirin noda di baju, padahal baju juga kaga ada merknya semua :))). Pun baking soda kan mursid ya, beli sebotol kayaknya ga abis-abis juga...bahahahhaha

Singkat cerita, akhirnya gw cobalah baking soda sebagai deodoran, dan so far so good lochhhh :))). Ya kalo keringetan sih, tetep keringetan, tapi ya nggak bau *apa jangan-jangan bau tapi gw nggak ngeh?!prett..enggak kok*. Tapi belum pernah dicoba untuk aktivitas yang levelnya intense sampai keringat bercucuran. Nah, kalau googling tentang fungsi-fungsi baking soda, kita bisa dibikin tercengang-cengang saking ajaibnya bubuk ini. Sekarang, selain sebagai deodoran, gw pake juga buat scrub muka, tapi nggak tau bikin gw agak cakepan apa engga...ahem.

Jadi buat yang penasaran, bisa banget kok dicoba, tinggal beli aja baking soda merk apapun, yang heitz sih katanya arm and ham*er, tapi nggak di setiap supermarket merk ini ada. Jadi pakai merk apapun yang penting baking soda bukan baking powder :))). Nah, kalau udah dicoba kan bisa certain sama gw kecanggihan baking soda sebagai deodoran, gw takut ini ilusi gw semata. Dan satu lagi, ini ga akan bikin burket...bahahahahahaha
read more.. "Jamaah Baking Soda"

Thursday, 10 April 2014

Belajar dari terbang dan tawa

Dulu pas awal-awal Raditya Dika menggagas stand up comedy, open mic di kafe-kafe dan mulai ada audisi pencarian bakat di salah satu stasiun tv, gw termasuk golongan yang skeptis, ‘Ih apaan sih kek ginian? Palingan garing. Mana pulak ga semua becandaan di stand up comedy bisa diterima sama semua orang.’ Intinya, malesbangetdotkom. Tapi kok ya temen-temen gw banyak yang suka share cuplikan video stand up comedy yang mulai bikin gw penasaran. Ih, kok lucu sih. Ih, kok pada berani sih. Ih, kok topiknya bisa ngena banget. Lalu gw pun mulai kenal beberapa nama stand-up comedian di Indonesia. Dari sekian nama tersebut, salah satu yang menarik perhatian gw adalah Pandji. Bukan cuma sekedar cara ngebawain materi, tapi isi materinya sendiri luar binasa. Gongnya adalah ketika Pandji ngadain tur Mesakke Bangsaku di berbagai tempat di Indonesia, iya sik gw ga sempat nonton langsung, tapi hamdalahnya disiarin dong di Kompas tv.

Meskipun yang gw tonton di tv bukan versi lengkap dan banyak suara ‘piiiip’ di sana-sini akibat sensor, tapi edan tenan itu pecahhhh!!!!! Seriusan gw ngakak kuntilanak sampai-sampai gw mikir ‘Astaga, gw udah nggak inget kapan terakhir ketawa selepas ini. Gila yak, semakin gw dewasa dan menua, masalah tambah banyak dan ruwet, rasanya kok makin sulit ya grateful over small things.’ (halahhhh tsurhatttt!!) 

Selesai nonton Mesakke Bangsaku, fans Pandji langsung bertambah satu orang, yaitu gw!

Langsung ngetuit begitu beres nonton MB di Kompas TV

Kalo boleh gw bilang, semua bit-nya oke banget dan pesennya nyampe bangett! Salah satu bit favorit yang gw ngerasa kena banget sih pas dia nyeritain tentang pendidikan di Indonesia. It’s just so true. Kita tumbuh jadi manusia yang terlalu penurut. Cari aman, ga berani berargumen. Kayak nggak ada ruang buat anak berekspresi, semacem udah ada invisible pattern bahwa anak Indonesia harus tumbuh dengan cara yang sama mengikuti pola tersebut, kreatif dikit dari jalurnya pasti disangka aneh, protes akan hal yang nggak seharusnya dikira membangkang. Belum lagi sistem pendidikan yang kacrut parah dan kurikulum yang ketinggian. Di usia-usia anak harusnya banyak eksplorasi dan bermain, eh malah harus les calistung. Pun pergaulan yang harus banyak difilter, ampe pusing ya Bang nyariin sekolah buat Dipo? Ehehehehe..... 

Nah, tumbuh menjadi anak yang terlalu penurut inilah yang kadang bikin kita mau punya mimpi besar aja takut. Takut dikira aneh, takut diketawain, takut ga bisa mewujudkan, dan takut-takut lainnya. Begitu pun dengan gw. Gw punya banyak mimpi, beberapa sudah dicapai, beberapa sedang diusahakan, dan sisanya entahlah masih rada misteri mau diapakan. Salah satu mimpi gw dari dulu adalah bisa traveling ke berbagai tempat. Bilang-bilang sama orang nggak? AWALNYA YA NGGAK DONG!! Malu gw, nanti nggak kesampaian mana pun jaman gw kuliah kan traveling tidak sepopuler dan semudah sekarang.  

Tapi kan Tuhan memang maha tahu, biarpun dulu nggak mampu buat merogoh kocek sendiri untuk jalan-jalan, tapi selalu ada cara lain. Mari kita mundur kembali ke 2011 saat di mana gw masih bekerja sebagai junior konsultan. Nama pun junior konsultan, walhasil gw harus pasrah kelimpahan proyek apapun. Jadi kalau sang senior konsultan sedang sibuk atau lokasi proyek yang dikerjakan kurang kece buat jalan-jalan, maka cukuplah berkata ‘Mbak Bening, nanti tolong pergi ke daerah xx ya, jangan lupa nanti mengerjakan blablablabla,’ okesip! Meskipun dinas luar kota memang terkesan mesakke karena kadang yang diliat hanya lokasi proyek yang nggak heitz, tapi kadang-kadang ada beberapa kesempatan untuk pergi ke lokasi yang cukup oke. Ada beberapa lokasi yang jadi favorit gw pada saat itu, tapi nggak di semua lokasi favorit gw punya waktu untuk jalan-jalan akibat jadwal-padat-klien-demanding-oh-aku-harus-bagaimana. Biarpun begitu, untungnya gw punya waktu sedikit lebih ketika dinas ke Kendari. 

Dengan pemandangan kayak gini, kenapa terjadi saat gw dinas sendirian?? Kenapa?!?! *derama*

Nenek moyang kita emang bener seorang pelaut.



Laperr?? hyuk makan!
Pantai apaan sih ituuu??? Meneketehe, yang pasti ngesot 5 menit doang dari hotel tempat gw nginep :)))


Terus kok ga ada foto muke gw??? kok ga ada foto di dalam pesawat nih? Hoax deh ni pasti!!! Duileee ceuuu….pada masanya di tahun 2011, yang namanya selfie belum sepopuler sekarang,  pun tongsis belum ditemukan *sob sob*, kebayang dong kalau di pesawat: gw masuk pesawat sendirian, planga-plongo, duduk manis, terus jeprat-jepret sendiri di dalem pesawat. I had to play it cool meskipun gw excited karena kalau bukan berkat kantor gada ceritanya gw terbang pake Garuda Indonesia. Selain pesawat yang ciamik dan servis yang kece, hal lain yang paling penting buat gw adalah ketepatan waktu. Hayo, coba deh dipikir lagi, maskapai Indonesia yang hampir nggak pernah delay apaan? Ya cuma Garuda Indonesia. Kebayang dong orang yang super sibuk dan jadwalnya padat dengan mobilitas tinggi terus dikasi maskapai tukang delay, duh priye. Selain alasan-alasan di atas, kenapa terbang dengan Garuda Indonesia itu menjadi penting, ya karena ada yang satu ini:

Garuda Frequent Flyer. Ahem :)
Lumayan banget buat ngumpulin poin (miles terbang gitu), eh maksud gw LUMAYAN BANGET!! Kalau sudah terkumpul bisa ditukar untuk dapat berbagai voucher/promo/diskon  :)))).  Dan satu hal yang paling penting, ketika kita melakukan penerbangan internasional dan memilih Garuda Indonesia, itu artinya keuntungan dari harga tiket kembali ke negara kita, bukan untuk negara lain. Isn't that good :')

Nah, sebenarnya hidup ini kan memang perjalanan. Bisa berarti perjalanan untuk berubah menjadi lebih baik dengan cara terus belajar, baik di sekolah atau dari hal-hal di sekitar kita. Bahkan dari materi stand up comedy yang bisa bikin kita ngakak sampai hernia pun, di dalamnya terdapat banyak pesan penting. Selain perjalanan untuk terus menjadi lebih baik, hidup pun merupakan sebuah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Karenanya kita tahu bahwa  "The world is a book and those who do not travel read only one page" (Saint Augustine of Hippo). Nah, jadi tunggu apa lagi? Yuk terbang bersama Garuda yuk :D
read more.. "Belajar dari terbang dan tawa"

Monday, 7 April 2014

TABOG 2&3

HAI PENGGIAT TABOG (TANTANGAN BANDUNG BOGOR)!!!! JUMPA LAGI DI EPISODE 2 DAN 3!!! Yeeee hawwww *sok asik* *tapi ga pantes*

episode 2 merupakan tantangan kunjungan dari Bogor ke Bandung, lokasinya di mana dan tantangannya apa? boleh langsung di cek gan!!!!


di episode selanjutnya, tampaklah gw yang dengan penuh kebahagiaan menghadap tantangan. ya apalagi kalau bukan tantangan tebak makanan!!! berasil ketebak nggak tuh makanan?? boleh tengok langsung gan!! eniwei, this video is somewhat hilarious, it showed some stupidities that I did :'))))


tetep dukung temen gw yak!!! boleh di share, di like, atau subscribe akun sakanaikanfish. oia, jangan lupa pemilu legislatif tanggal 9 April!!! udah banyak website-website yang membantu untuk menyaring calon anggota legislatif mana yang kira-kira masih pantas dipilih. kalau emang kacau semua, ibarat kata, cari yang bruk diantara yang terburuk. kalau mau golput, tetep datang ke TPS, bikin surat suaranya nggak sah, coblos banyak-banyak atau lo gambarin patrick&spongebob. jangan sampai surat suara nganggur disalahgunakan. okeeee!!! 
read more.. "TABOG 2&3"

Thursday, 3 April 2014

kesel sendiri

sering nggak sih, ngerasa kesel sama diri sendiri tapi nggak tau mesti gimana lagi? ini sifat gw kok ngehek gini tapi aku harus gimana lagi?!?!?! mbuh!!

ada beberapa hal (beberapa?! banyak kelessss!!) yang sebenernya gw kesel bingit sama diri sendiri tapi nggak tau mesti digimanain biar bisa agak waras sikit. yang paling ganggu di antaranya:

easily irritated
ini dari dulu ya, apa-apa gampang teriritasi gitu. ada temen yang kelewat clingy? kesel. ada yg baru kenal terus ngerasa nggak pas? kesel. ada begini sikit? kesel. ada yang begitu sikit? kesel. lama-lama gw kesel sama diri sendiri kenapa dikit-dikit kesel #keselception. ga ditampakkan sih kalau kesel gitu, tapi katanya suka tampak dengan sendirinya jadi judes gituh, masalahnya gw bingung, gw kesel karena gw yang terlalu gampang kesel atau gw kesel karena sebenenya orangnya ngeselin. pokonya kesel *rauwisuwis*

easily intimidated
ini nggak tau istilahnya pas atau engga. jadi gw itu gampang ngerasa terintimidasi *kayaknya lebay deh istilahnya*, atau mungkin lebih karena ngga pe-de orangnya.
ada yang bilang 'bening, bisa kita bicara dulu?' langsung jeng-jeng!!! ada apa ini??? 
telpon bunyi dan yang masuk no asing?! duh, kayaknya perlu istikhoroh dulu buat nentuin itu telpon mesti diangkat atau engga!! 
hal-hal yang kayak gitu deh. itu nggak pe-de atau gampang terintimidasi? atau apa sih namanya? makanya kalau gw ngisi-ngisi form, registrasi sesuatu, pasti primary way to contact selalu gw pake email, bukan cell phone. gw merasa lebih siap aja. terus kalau urusan telpon, gw lebih seneng kalau di sms (dulu) jadi gw tau siapa gerangan dan ngerasa lebih tenang. tapi nggak selalu gitu sih, ya keles masa' ada telpon masuk ga diangkat terus-terusan (lebih seringnya sih karena silent mode, ga kerasa ada yang nelpon).  kalau ada di dalam forum, terus liat orang-orangnya yang keren-keren langsung ngerasa menciut dan menyublim. diem aja kalo ga kepaksa ngemeng. paling sering tuh dulu bos sama supervisor gw ngemeng 'bening, don't be too modest. ayo kamu ngomong. kita tahu kalau kamu sebenernya tahu'. TAPI GUA NGGAK PEDE!!!!! 

gampang nggak enakan
inih paling ngeselin level 738595634!!! pada dasarnya terlalu baik atau bego itu kan bedanya tipis yak, setipis keimanan gw kalau disodorin adam levine, pret!! pokonya apa-apa nggak enakan, mau nolak atau mau bilang 'nggak' kok susah yah. misalnya ada orang yang nginjek-nginjek, kan harusnya bilang, yang ada gw malah diem aja soalnya nggak tau gimana caranya musti bilang, kalau gw bilang nanti malah nyakitin orang tersebut, padahal jelas-jelas orang tersebut yang udah nyakitin gw #nyakitinception. buntutnya, gw kadang suka jaga jarak aman, biar ga terinjak-injak dan ga perlu rempong berurusan, tapi moso' terus-terusan jaga jarak aman sama banyak orang...priye iki

ngurusin hal remeh-temeh
ada hal yang besar tapi ga jadi soal, tapi ada hal-hal remeh yang rasanya ganggu banget. ini mungkin turunan dari sifat easily irritated kali yak *kalkulus kalik, turunan-integral*. kadang, hal remeh ini diangggapnya nggak penting, tapi kok ya gw liatnya penting gituh. kayak ada orang ngirim attachment ga pake 'halo apa kabar' di badan email-nya, itu bisa bikin kzl bingitsss!! atau temen yang minta suatu file dengan semena-mena mentang-mentang temenan ama gw 'eh, mana sini kirimin file xyz lo, mau gw pake', mbok ya yang mintanya agak gimana gitu. ibarat kata, ada dua orang minjem duit, yang satu minjem 25 perak dan yang satu minjem 1000 perak, kalau yg minjem 25 perak cara minjemnya ngeselin, pasti males juga minjeminnya biarpun ga seberapa.

ribet yak gw, iya nih, iya tuh, ribet deh....pfftt!!!
read more.. "kesel sendiri"