Wednesday, 22 October 2014

IKEA dan Swedia

Akhirnya, peristiwa bersejarah di Indonesia terjadi juga, yes apalagi kalau bukan IKEA yang akhirnya jadi juga buka outlet di Indonesia. Produsen furniture asal Swedia akhirnya resmi buka lapaknya di daerah tangerang. Beuhhhhhh, pasti antusiasme khalayak sudah tidak terbendung lagi. Gimana yang udah mampir ke sana? Pada pengsan nggak liat harganya? Aku sih belum ke sana, tapi liat harga barangnya aja udah bikin ketawa-ketawa. Ketawa-ketawa sedih, buset mahal amat sik nih produk begitu masuk Indonesia, boker duit dulu nih kalau mau belanja-belanji. *cusss menuju outlet pic..pic..olympicccc* 

Terus, denger-denger, saking membludaknya pengunjung, banyak yang nggak dapet lahan parkir dan sampe harus markir mobilnya hampir 2 km jauhnya dari outlet IKEA tersebut. Luar biasah pengorbanannya, bagus juga nih buat jadi progam Indonesia combats obesity *jalan kaki sampai gobyos* Jadi ya kalau mau ke IKEA datanglah di hari kerja atau kalau mau datang wiken, tunggulah agak nanti. Nggak bikin kurang gaul juga kok.

yak, ambil kalkulatornya, nge-kurs harga dulu yak.

Gw juga ngak ngerti sik ini kenapa barang bisa jadi semahal ini begitu masuk Indonesia. Mahal bukan sekedar mahal, mahalnya tuh pake bingit, dua kali lipat aja gitu dibandingin harga dolar. Padahal, biasanya pengunjung IKEA itu pasanan muda yang baru punya apartemen dan butuh belanja furniture tapi budget terbatas. Iyes, budget terbatas. Kalau gw sih ngeliatnya mungkin karena pajaknya gede dan lokasi lapak si IKEA itu sendiri. Tapi the best statement yang gw temu di twitter  so far tentang kenapa harganya bisa jadi mahal gini adalah  willingness to pay orang Indonesia (Jakarta dan sekitarnya pada khususnya) yang begitu tinggi untuk membeli gengsi. Ya bener juga sih. IYA BINGIT!!! Produk luar gicuh, ya miriplah sama pas H&M masuk sini. Gilingan antrian mengular semenjak outlet belum buka. Ya padahal itu semacem Ramayana&Robinson-nya wong yurep. Ya pas udah masuk sini si jadi mahal juga, ngok *bhay!!* *melenggang masuk pasar baru*

Tapi ya mau semahal apa pun pasti laku kok kalau udah masuk Indonesia. Pasti. No worry. Without a doubt.

Gw juga nggak tau sik kenapa si furniture IKEA bisa se booming itu, padahal kan masterpiece nomor wahid dari IKEA adalah….

IKEA masterpiece yang sesungguhnya.

The famous Swedish Meatballs!!!! WOOHOO!!!! Padahal gw sendiri sik belom pernah nyoba, tapi ini tuh femeus abis. Ada nggak nih di outlet IKEA sini? jangan-jangan harganya jadi dua kali lipat juga? Tapi nggak mungkin sik, secara seporsi bakso isi 8 pake kentang dan krim harganya 29 swedish krona (48 rebu), kalau dianalogikan seperti furniture lain ya masa' harga seporsi bakso 96 rebuuu!!! *tampar-tampar*


Ya udahlah, daripada mengejar IKEA si furniture asal Swedia, aku lebih milih mengejar Gabriel Wikstrӧm, mentri asal Swedia yang baru 29 tahun *de hek baru 29 tahun masnya hidupnya ngapain aja udah bisa jadi mentri?!?!*

Hae mas... --,
read more.. "IKEA dan Swedia"

KRL oh KRL

I am a professional angcot (antapani-ciroyom) passenger , tapi ya bukan golongan yang nggak pernah ngerasain naik kopaja, metro mini atau KRL. Kalau dibilang sih, ketiga alat transportasi tersebut sama aja kejamnya, lha wong keberadaannya di Jakarta kabeh. Ya KRL lebih luas lah cakupannya. Tapi sekarang lagi pengen aja ngomongin KRL. Meskipun pengalaman gw naik KRL cuma seujung kuku, sekali-kali doang, tapi cukuplah buat membentuk mental. Mental misuh-misuh tentunya *tampar*.

Turun-naik penumpang
Ini ngehek, pun merupakan salah satu indicator ter-developing country *yes, bitch me please am that person who comes from developing country yet joking and swearing about developing country itself* *toyor*.  Penumpang yang mau naik nggilani parah nggak mau ngalah banget sama yang mau turun. Lha ya di mana-mana juga yang mau turun dulu keles yang didahulukan. Yang mau turun baru mau ngelangkah udah diseruduk penumpang yang mau masuk, nggak kasian apa kalau ada nini-nini atau aki-aki renta mana bisa melawan kebrutalan arus masuk penumpang. Nah, yang lebih kampret ya gw. Selain ngata-ngatain ter-developing country, kadang suka kepancing juga sih buat masuk ke dalam sebelum semua penumpang  yang mau turun berhasil keluar. Yabes gimana, persaingan ketat parah kalau gw nggak kayak gitu habislah gw.

Penumpang pendek
Sebagai penumpang dengan tinggi badan di bawah rata-rata, lebih banyak ruginya daripada untungnya. Pertama, sudah kalau mau gantelan ke pegangan yang ada di bagian atas kereta. Nyampe sih, tapi ya panjang tangan ngepas jadi lumayan effort. Sekali lagi, gw nyampe lho sama gantelan di atas kereta. Tapi ya gw sih lebih milih pegangan di besi-besian yang ada di deket pintu kereta, less effort dan deket pintu. Memudahkan gw kalau mau turun juga. Selain repot buat gantelan, sebagai penumpang pendek, gw selalu diketekin penumpang lain, i repeat, gw selalu diketekin penumpang lain. Selalu. Apalagi kalau naik keretanya adalah di peak hour sore hari di hari kerja. Luar biasa jahanamiyah!!! Udah penuh, sre-sore udah pada keringetan bau acem dan mereka ngetekin gw secara masal!!! Ini tidak termaafkan!! Nah, makanya simbol bau menyengat di bawah ini baiknya diganti aja pake gambar ketek, karena lebih merepresentasikan bau menyengat. Pun ketek menyengat jauh lebih mengerikan dari durian yang menyengat.  



Gerbong wanita
 Nah, ini the ultimate turtore of KRL...bahahahahahaha. Eh, nggak tau juga sih, gw pernah naik gerbong wanita pas tengah hari bolong sepi parah bahkan gw bisa kayang atau tiger sprong. Jadi, setahu gw, gerbong wanita itu justru lebih kejam dari gerbong umum lainnya. Sederhananya, persaingan/kompetisi sesame cewek itu kan emang lebih nggilani daripada persaingan secara umum. Kalau lo pake gerbong umum, masih bisalah ditemui penumpang laki waras dan baik hati yang kasi tempat *pernah tuh gw ditawarin tempat di KRL, belom gw jawab tiba-tiba diserobot sama bapak-bapak. God bless you pak!!* atau paling engga menyilakan kasi jalan atau space. Di gerbong wanita (denger-denger) sih ya jangan harap, semua disikut dan dilibas, sori ya Sis!!

Kereta dan platform
Ya gua sih nggak ngerti soal desain platform dan kereta. Ya kalao nanyain desain kereta sik nggak mungkin, lha wong pasti standar hakul yakin. Nah, yang jadi masalah adalah platformnya. Nggak safety first. Gimana ini ngomonginnya. Jadi gini, platform di sepanjang rel itu kan tinggi disesuaikan dengan si KRL itu sendiri. Jadi ketika penumpang akan naik, cukup melangkah normal buat masuk KRL dan nggak usah manjat/setengah loncat karena perbedaan ketinggian yang lumayan banyak. Nah, di sepanjang platform ini ada bagian rendah tempat penumpang lewat/nyebrang ke platform yang letaknya berlawanan kalau-kalau kereta yang mau dinaikin letaknya ada di sana. Nah, setiap kereta berhenti di suatu stasiun, biasanya ada bagian pintu yang pas di bagian platform yang rendah. Mak!! Kalau ada penumpang yang nggak ngeh terus loncat, bisa cilaka itu. Jatuh lumayang tinggi itu. Di beberapa stasiun jarak pintu ke platform malah lumayan tinggi, jadi petugas stasiun harus naruh tangga portable di depan pintu kereta setiap ada kereta yang berhenti. Kadang juga nggak pas letak tangga sama pintu. Biasanya, biasanya sih ya, jalur nyebrang penumpang untuk menuju platform di depannya itu dibikin di bawah tanah. Digali gitu. Paling aman tuh. Selain nggak perlu ada bagian platform yang rendah dan membahayakan penumpang, orang yang nyebrang pun nggak khawatir kena risiko ada kereta lewat pas dia lagi nyebrang.

Jadwal KRL
Ini luar biasah nggak usah di tanya. Pokonya Indonesia banget jadwal berantakan. Lumayanlah untuk belajar sabar, meh! Problemnya bukan hanya para penumpang yang jadi terlambat sampai ke tujuannya masing-masing, tapi penumpukan penumpang di suatu stasiun yang paling nggilani, apalagi kalau udah peak hour. Yaolo udah jadi pasar tumpah. Penumpang yang banyak kan bikin persaingan semakin ketat hasilnya kebrutalan dan emosi pun meningkat!! Hyuk. Belum lagi kalau hujan dan rel tergenang lumayan tinggi kan biasanya sistemnya jadi kacau, kereta nggak mau beroperasi. Walhasil kereta bisa stuck di suatu tempat sambil nunggugenangan air agak surut berjam-jam lamanya.


Kalau yang cerita pengguna KRL sehari-hari pasti lebih shahih. Tapi yang pasti, salah satu pelajaran berharga dari naik KRL adalah 'you dont know how brutal you are until being brutal is the only option you have.’ Be brutal!!  
read more.. "KRL oh KRL"

Sunday, 19 October 2014

music helps

Yes, indeed. Music helps me to stay calm and carry on, or at least, pretend to be calm. These are some of my friends -aside from daydreaming- when I feel so low:

1. Let it be - Beatles


*peluk salim tangan om Paul*

2. Carry on - Fun


3. Fix you - Coldplay (oyeah of course)


*tisu mana tisu*

4. Reach - Gloria Estefan


5. The power of the dreams - Celine Dion


6.  Happy - Pharell Williams


7. Heart of life -John Mayer



Oke, segitu aja dulu biar jumlahnya tujuh.

Those musicians probably just want to sing/make good music without even realizing how many souls have been saved.
read more.. "music helps"

Thursday, 16 October 2014

ngomongin seblak dan bandung

Postingan ini terinspirasi ketika gw sedang makan seblak basah yang dijual oleh mbak-mbak cantik, cocok buat direkrut main di tukang bubur naik haji. Setelah dipikir-pikir, Bandung tuh emang juaranya kreativitas, mau di bidang apapun *combong* *padahal bukan orang bandung* *tapi emang berasal dari bandung*.

Misalnya makanan nih ya, contohnya seblak basah. Buat yang ga tau seblak basah, itu tuh versi basahnya dari seblak *ya keleuzzz*. Seblak itu kayak kerupuk bantet yang bertabur bubuk cabe dan em-es-ge, luar biasah pokonya, luar biasah haus setelah makan seblak saking banyaknya em-es-ge. 

*ngeces sebaskom*
pic dari sini
Nah, kalau si seblak basah itu, bok, itu tuh pada dasarnya kerupuk yang lo godok terus dikasi kuah (yang dominan rasanya pedes, em-es-ge, dan kencur) lalu dikasi variasi pelengkap kayak ceker, bakso, siomay, dll. Terus kalau lu beli di tempat yang udah punya nama, meskipun di mamang-mamang pinggir jalan, seporsi kicik varian original yang isinya campurannya berbagai macam kerupuk harganya bisa 7000, yang mana kalau lu beli kerupuk mentah yang orange bisa dapet setengah kilo itu *bening anaknya apdet soal harga kerupuk* #DukungKerupukJadiMakananPokokIndonesia , terus kalau seblak kasta terendah ya yang isinya kerupuk orange thok, seporsi kicik segede upil 4000an lah. Mana kalau yang picky dan peduli estetika makanan mungkin ga akan doyan kali yak, secara kerupuk di godok kan jadi biyek-biyek-jemek gitu. 

Seblak kasta terendah: kerupuk orange thok
Seblak basah dengan campuran macem-macem.
Biyek-biyek gimana gitu kan wujudnya.
Kalau soal kreatif, kenapa gw bilang kreatif soal makan, because we are always able to bring foods to particular level. Ya kalo ngomong makanan endeus mah, mana sik tempat di Indonesia yang nggak punya kuliner yang enak? lha enak kabeh. Tapi yang bisa bikin kreasi macem-macem dan ngebikin suatu makanan keliatannya gimana getoh ya cuma Bandung. Oke, dari mulai bikin seblak versi basah aja udah kreativitas tersendiri, terus some creative minds bring to the next level by producing seblak basah instant. Yoihhhh banget mennn, kayak apa wujudnya? kayak pop-mie gitu lo tinggal seduh pake air panas!!! *prok-prok-prok* No I wont' post any pic of it *unless the pay me :))))*, you may google it and find it easily.  Bukan cuma seblak lho bok, tapi siomay (atau cuanki? hedeh gw lupa) ada versi instannya juga. Luar biasach memang!!!

Nah, itu baru ngomongin seblak doang. Belum ngomongin Maicih the phenomenon. Apaan sik coba itu layaknya keripik setan pada umumnya: keripik singkok dicabein dan di taburin em-es-ge. Tapi dese bikin pake level, kemasan menarik, dan sistem jualan yang berbeda pada awalnya, kan kece tuh. Gimana nggak jago coba kalau bisa bikin lo beli what-so-called keripik setan doang dengan harga puluhan rebo. Kemudian bemunculan keripik-keripik setan lainnya. Ya, sejenis Maicih wannabe, tapi tetep laku bok.

Belom batagor. Batagor dengan merk macem-macem yang harga sebijinya bisa dipake beli batagor seporsi kalau di mamang-mamang biasa, tapi tetep aja dikejar-kejar sama orang luar kota, belom percuankian yang rasane em-es-ge puolll tapi termahsyur ke mana-mana. Eniwe, ngomongin soal makanan di bandung, gw sih sebenernya termasuk golongan yang nggak apdet tentang perkembangan terkini dan tempat makan kece, so don't ask me, just don't *kurang G4UL*

Itu baru sbagian kecil makanan. Sebagian kecil banget sodara-sodara. Belum gera'an-gera'an anak-anak muda bikin acara dan komunitas sana-sini. Oia, kemaren juga denger perwakilan dari Indonesia baru juara satu festival lighting di Rusia *de heck is festival lighting I know nothing about*, ya dari mana lagi kalo bukan dari Bandung *satu almamater pulak*, belum salah satu gera'an mendorong orang-orang untuk pakai angkot sampai pernah ada angkot day (sehari naik angkot haratis) dan mereka lagi bikin workshop mobilism dan urbanism tentang angkot di Eindhoven, yoihhh Eindhoven *satu almamater jugak* *duile bangga amat*. Ya gitu deh kalau nyeritain bandung, aku suka bangga, meskipun gw sih butiran debu doang dan paling menuh-menuhin aja, ya sambil menggulirkan perekonomian lokal dengan cara jajan di mamang-mamang.

Gongnya sih ya walikotanya. Kita punya wali kota kece berat dan kekinian. Meskipun sekarang bandung udah nggak seenak dulu, udah padat-semrawut di sana-sini, kalo wiken macet nggak kira-kira gara-gara para pendatang *lirik pendatang*, tapi tetep masup one of most liveable city. Liveable city di Indonesia loh, bukan dunia *ya keleuz*
read more.. "ngomongin seblak dan bandung"

Sunday, 12 October 2014

Kepribadian INFP

Selain mainan kuis-kuis nonsense semisal ‘coffee oracle’, ‘what cookies say about you’, ‘what country you should live’, dan lain-lain, gw pun hobi mainan personality quiz/tes. Berawal jaman baheula pake tes yang empat kategori personality sanguine-melankolis-plegmatis-korelis, ya lumayan buat insight but it does not tell much, too broad. Terus karena dalam kehidupan yang fana ini gw kadang mempertanyakan apakah gw ini gila apa engga *yes call me weird* *tapi kan kata ahok kalo lo sadar bahwa lo gila, lo sebenernya nggak gila* *hidup ahok!!*I felt the urge to know myself better.

Apa hubungannya berasa orang gila sama personality tes? Jadi begini, gw kan kadang mempertanyakan kenapa gw begini-kenapa gw begitu-terus kontemplasi *cih!!*, terus mikir ngapain sih gw kayak gini? Apa orang lain gini juga? Kalo orang lain ga gini apa gw gila? Ato gw begini karena bawaan orok? Nah, kalau gw lebih tau tentang diri sendiri, gw berasumsi ada hal-hal yang bakal terjawab dan terkuak *tsahhh*. Ya udahlah gw mainan si kuis yang pake sistem 16 personaliti, dulu tuh pernah ngambil kuis ini juga, tapi dulu nggak terlalu digubris, pas ngambil lagi hasilnya masih sama, cuma source quiz nya aja yang berbeda.

Jadi gw termasuk jamaah INFP. Salah satu jamaah dengan populasi tersedikit di dunia ini ga tau kalo di mars. Ini bukan bangga karena berasa langka dan one of kind yah, malah jatohnya kzl karena akan lebih susah menemukan orang yang melihat sesuatu seperti cara lo. Karena ketika lo sharing sesuatu, emang enak untuk dapat insight dari berbagai pandangan, tapi ngezelin juga bok kalo jatohnya pandangan-pandangan kita malah disalahartikan muluk. Kzl. Kalo kata Jamie Cullum please don’t let me be misunderstood *nyanyi* *ituh album Interlude udah keluar*


Oh iya, tapi kalau baca sumber lain tentang populasi, hasilnya beda-beda. Mungkin ini hasil studi yang lama atau gimana. Atau mungkin lembaga survey yang dipake beda *lirik kisruh quick count pilpres* Jadi kalau gw sering bilang gw itu banyak hasidu (hayalan si dungu) ya udahlah emang bawaan orok, match dengan INFP type.

Ada yang mau tau detail hasil tes gw? *NGGAK!!!* bodo amat, I’ll post it anyway. If in any weird circumstances there’s a psychologist out there interested doing research using me as a case study, I’ll say yes gladly. Hyeuk!!



Surprised that I am introvert? No, no surprise, yes I am introvert, a little (12% ajah, tapi tetep introvert). I like being surrounded by people whom I am familiar with. In the party where others are totally stranger (except si empunya party) I tend to have conversation with one or two people rather than being a star and mingle with many people. In the conference I feel safe when listen to somebody’s talk or even give a presentation and feel like am going to die in the (coffee) break where I have to meet others and have meaningful or only small talk. That’s why, the idea of being  a decent researcher/scientist scares me because  I have to attend many conferences and making networking which am pretty shit on that. Idea of being decent researcher/scientist? See,  another hasidu of mine. Ya gitudeh, tapi sekarang sih hamdalah pengetahuan semakin maju dan anggapan-anggapan miring tentang orang introvert mulai menurun. Karena pada masanya, introvert itu identik dengan nggak bisa ngomong, nggak bisa komunikasi yang mana banyak institusi jadi ragu mempekerjakan orang kayak gini.  Pada kenyataannya, introverts are able to deliver great  presentation whatsoever. Dan satu lagi, there’s nothing about introversion and being shyness apalagi sama shy-shy cat *?!*, nope that’s a total different thing. You can go wild and crazy although you are an introvert *nunjuk hidung sendiri*

Ini kok bahas introvert?

Ya gitu deh. Baca profil sebagai INFP udah kayak baca personality berdasarkan jodiak *halah disambung-sambungin*  Ya kalo baca karakter berdasarkan jodiak tuh dikatainnya dreamer *shahih lah gw sebagai ratu hasidu*, kreatip dan imajinatip, cocoknya jadi artist Hollywood,   semacem penulis, art performer, nu kararitu lah. Pokoknya match banget deh Sis!!

Jadi diplomat? Ini shahih jugak. Pada suatu hari gw pernah ngambil salah satu quiz tentang strength-weakness kalo berkarir *yaolo ratu quiz* kemudian hasilnya bilang gw tuh cocoknya jadi sekretaris jendral UN, taelah hasilnya :)))) *dikepert bank ki moon*, yagitudeh, kalo ditanya kan jarang ngasih jawaban ‘ya’ atau ’nggak’, pokonya play safe di tengah-tengah supaya semuanya terakomodir…bihihihihik. Bos gw pada masanya magang pernah bilang, ‘Sana kamu jadi presiden aja *jadi presiden Indonesia? Nee!! baru memegang jabatan sebulan rambut udah putih semua setres. Cihh!!*, atau paling enggak jadi duta besar. Siapa duta besar Indonesia buat Belanda? Sana kamu gantiin!’! *kepret*

Udah ah bahas diri sendiri muluk. Etapi biarin ngomongin/nyeritain diri sendiri, daripada ngomongin orang, itu bergunjing *pasang cadar* *padahal hobi*

Pokonya gini, secara garis beras INFP itu:
 Termasuk golongan idealis (bingits). Dengan jumlah populasi yang sedikit, ini bikin INFP sering merasa disalahartikan, tapi sekalinya menemukan orang dengan pemikiran yang serupa –gak berarti sama kan yak- itu tuh udah kayak kebahagiaan luar biasa dan jadi sumber inspirasi. INFP itu cenderung mengedepankan prinsip daripada logic (analis), excitement (explorer), atau practicality (sentinels). Ketika akan mengambil keputusan, yang diutamakan itu honor, beauty, morality and virtue *ga tau aku bingung nggak bisa trenslet pake kata yang pas* Orang INFP itu biasanya bangga dengan kualitas yang mereka punya tapi nggak semua orang paham and it can lead to isolation. –‘INFP bisa berkomunikasi secara dalam dengan orang lain. Kekuatan untuk menggunakan intuitive communication ini bikin mereka cocok untuk kerja kreatif (penyair, penulis, aktor *daptar audisi tukang bubur naik haji* ). Hal ini pun bikin INFP cenderung mampu untuk menguasai bahasa-bahasa lain *mana buktinya?!?!*.
INFP lebih memfokuskan perhatian pada sedikit orang, a single worthy cause. Kadang mereka pun lelah karena terlalu banyak hal buruk di dunia ini yang nggak bisa mereka perbaiki. Akibatnya kalau tidak berhati-hati, INFP malah sibuk in their quest dan mengesampingkan hal sehari-hari yang butuh diperhatikan.   Mereka sering terjebak dengan pemikiran mendalam, kontemplasi mengenai hipotesis dan hal filosofis. Kalau dibiarkan, mereka bisa menarik diri dan butuh banyak energi untuk mengembalikannya.
Fyuh.

You know, the scariest part of taking personality quiz when the result exactly shows who you really are.

Sebagai pelipur lara karena sering menyusahkan diri sendiri dengan idealismenya and be misunderstood, ini dia jajaran orang INFP: Shakespeare, Tolkien, Bjork, Depp, Julia Roberts, Lisa Kudrow, Tom Hiddleston. 

Yang tokoh fiktifnya: Frodo (LOTR), Anne (Green Gables), Fox Mulder (X-files) *that’s why I can really relate to how he sees this world!!!* *ge-er nggak kira-kira*, Deanna (Star Trek), Wesley Crusher (Start Trek).

Kalau mau ngambil kuisnya bisa di sini, siapa tahu ada ngerasa butuh tahu dirinya dan merasa gila juga. Nanti kita ngomongin aspek lain dari INFP di postingan berikutnya *kalo nggak males*. Adios!!

      
read more.. "Kepribadian INFP"

Saturday, 11 October 2014

password

Pas awal-awal internet baru marak (((MARAK))) dan belum punya banyak akun di dunia maya, gw cenderung mnyamakan password yang gw pake. Misalnya password yahoomail sama password Friendster (((FRIENDSTER))) dibikin sama dengan alasan sesimpel bahwa gw ga perlu menghabiskan memori otak gw untuk mengingat-ingat password. Cukup satu yang diingat bisa untu macem-macem akun.

Seiring dengan berjalannya waktu, makin banyak akun yang gw buat  gw mulai mikir kayaknya perlu buat bikin variasi password deh. Awalnya variasi cuma ada pada salah satu hurup yang diganti jadi huruf kapital, tapi lama-lama kok ngerasa kurang cihuy. Mulailah gw bermanuver dengan berbagai macam password. Dari konten passwordnya yang bener-bener beda, variasi huruf kapital, sampe variasi upper karakter. Berasa aman sih tapi akibatnya gw sering lupa password, maksud gw SERING!!! ‘Jadi akun yang ini pake password yang mana ya?’ adalah salah satu pertanyaan paling sering gw tanyakan ke diri sendiri. Lalu coba-cobalah masukkin berbagai password sampe frustasi karena gagal mulu. Ya udah nyerah, klik ‘forget your password’ buat minta link masukkin password baru. Ternyata it’s not the end of problem karena hal yang sering terjadi adalah:



Kalo udah kayak gini KZL bingits deh ekeh!!!! Apeu banget deh nih daya ingat *minum ginko biloba sebakul*

Masalah yang lebih ngehek sih waktu kuliah kemarin. Tiap mahasiswa kan punya personal login yang mana passwordnya harus diganti tiap dua bulan sekali. Dan kampretnya lagi, sistem nggak nerima penggunaan ulang password yang udah pernah kita pake. Ide awal di mana gw cuma pengen punya dua password yang dipake bergantian pun gagal maning. Hvfth. Terus tiba-tiba temen gw datang memberikan ide brilian pada gw, ‘Gini lho Bening, kamu bisa tambahin jumlah huruf capital yang kamu pake di password. Kalau bulan pertama passwordnya xxxxx, bulan berikutnya ganti jadi Xxxxx, terus jadi XXxxx dan seterusnya. Mau yang gampang lagi? Kalau awalnya password kamu xxxxx, ganti jadi xxxxx_1, terus xxxxx_2 dan seterusnya.’ Gilak!!! Gw langsung merasa dia bagaikan Morgan Freeman yang turun dari langit pake baju putih ditambah efek-efek cahaya suci di belakangnya!!!!

Jadi begitulah persoalan kalo agak-agak pelupa. Masalahnya kalo lupa dalam kehidupan sehari-hari masih bisa dicatet di agenda, lha ini masa’ gw catet password gw di agenda, keamanan dunia akherat bisa terancam!


read more.. "password"

Thursday, 9 October 2014

punya usaha

Di antara sekian banyak gocip yang sedang beredar di kalangan selebriti *ketauan bacaannya detikhot :)))*, salah satu yang lagi rame diperbincangkan sih Norman Kamaru yang sekarang jualan bubur. Sudah barang tentu pemberitaannya banyak yang isinya negatif. Pun komen-komen yang bertebaran kebanyakan isinya miring, ya kiranya dringkas dalam kalimat pendek jatuhnya jadi,'dih kasian ya sekarang cuma jualan bubur, makanya nggak usah kecentilan keluar dari polisi buat jadi arteis.'

Kasarnya ya, gw sih ga urusana *yes keleuz*, apalagi soal keluar dari polesong buat jadi arteis, ya silaken terserah. Nah, yang bikin agak gerah *selain global warming* adalah komen-komen yang suka menilai suatu pekerjaan yang kayaknya hina dan rendah banget. Padahal selama pekerjaanya 'bener' *dalam artian bukan jadi maling atau misalnya piara tuyul dan ngepet*, it's about how you do it not what you do it, iya nggak sih? *udah keren belom gw?*  

Misalnya gini nih, gw jadi juragan daging di pasar, tiap hari datang ke pasar buat jualan daging sebagai juragan daging *mengulang 'juragan daging'*, tak lupa aksesoris pelengkap berupa emas-emas yang bertebaran dan kalung dengan liotin emas segede kue mari *yes, juragan daging is banyak duit* *ngomong apa sik* *mari kita ulangi*. Misalnya gw jadi juragan daging, kerjanya di pasar tradisional yang udah becek nggak ada ojek pulak, ya gw jualan layaknya orang jualan. Gw nggak ngurangin timbangan, kalo bukan daging sapi ya nggak akan gw klaim daging sapi, dan gw nggak menambahkan formalin biar daging jadi awet. Sekarang katakanlah gw jadi anggota dewan di senayan. Pekerjaan yang terhormat, pake baju rapi, wangi, di dalem jilbab rambut udah di sasak setinggi 653,65 cm. Tapi kerjaan gw cuma titip absen, bobok-bobok an kalau sedang sidang, gelagapan nggak ngerti apa-apa pas di wawancara wartawan, sampai bikin huru-hara kalau lagi sidang biar dibilang keren. Nah, ketangkep kan maksud akik?

Tapi kan ya begitulah our lovely society menilai orang. Kita nggak bisa minta *apalagi maksa* orang buat berpikir seperti cara kita mikir, begiti pun orang lain ga bisa minta kita untuk mikir seperti mereka. Orang kan cuma liat dari luar, mana tahu Norman emang lebih seneng buka bisnis, bisa nyerap tenaga kerja, nggak musti ngantor tiap hari, bisa ngawasin bisnisnya cuma pake singlet dan sarungan, pun penghasilan yang mumpuni. You know the femeus cuanki serayu yang ada di Bandung? yang cabangnya udah banyak? yang pegawainya udah banyak? yes, yang punya tentangga akiks di lingkungan rumah. Mau ngomong soal penghasilan? ga usahlah nanti kalian malu sama rekening sendiri, mau tau orangnya kayak apa? biasa banget, cenderung ndesit maslah *maap pak* *salaim tangan* *cuanki serayu is da best!!* Pun orangnya baik bok, salah satu yang warga tunggu-tunggu adalah pertemuan di rumah doi karena konsumsinya makan cuanki, o yeah!!

Jadi ya gitu deh. Ini postingan tuh semacan justifikasi aja karena salah satu cita-cita gw adalah pengen punya kantin kek, ato punya usaha potokopian, atau punya toko kue kayak si anto *if in any weird circumstances si anto baca, iyes elo keren, tapi nggak usah ge-er*. Gw ngapain? gw sih jadi instruktur yoga sambil sesekali ongkang-ongkang kaki di yacht *you wish bening, you wish!! :)))* 
read more.. "punya usaha"