Saturday, 28 May 2011

kisah si anak manusia

pada suatu hari yang macet di bukit tubby, tersebutlah anak manusia yang akan pergi ke wilayah favoritnya di ibukota (baca:kuningan), berniat mengantarkan kelengkapan sesuatu. hap!jam 8 pagi si anak manusia sudah sampai di tempat yang dimaksud (ow!ternyata tinggal ngesot dr perempatan kuningan, yeay!). si anak manusia melapor pada satpam 'pak, mau ngasihin ini buat kekmenel', pak satpam kemudian menjawab 'wow, itu baru mulai jam 10'. si anak manusia pun shock, namun apa daya, there's no time anymore. duduk dan menunggulah.

tiba-tiba tersebutlah seorang perempuan cantik dan berpakaian rapi muncul. si anak manusia berkenalan dan ngobrol sampai pada akhirnya si perempuan berkata 'iya, kan kita nganterin ini dan langsung interpyu', anak manusia pun shock untuk kedua kalinya dan berkata (dalam hati), 'watdehel?i don't even know what to say, and i just didn't realize what i wrote.matilah awak'.

jam sepuluh tiba, si anak manusia dapat giliran jam 10.30, nervous dan terbata-taba karena ga ada persiapan, udah lama nggak ngadepin beginian, dan pake baju pun ngasal, ngejins+ngecrocs!! fortunately si anak manusia has developed one of the most important skills : skill pengorongan!!!

di akhir interpyu, anak manusia dibuat shock untuk ketiga kalinya saat doi mendengar pertanyaan 'lalala lilili lululu secular endebre endebra doo doo doo da da da', (meski shock) dengan penuh kemantapan si anak manusia menjawab 'if i can change my style by wearing a scarf or some kind of hat, i will take it. but if i have to put my veil off completely, am not gonna take it' *senyum manis dan penuh keyakinan*

wooohoooo, you rock anak manusia!!!so proud!!!*sambil joget-joget di tengah hujan*

2 comments:

  1. oh masih jaman yak kerja nggak boleh pake kerudung gitu ya? sayang sekali sodarasodariii..

    ReplyDelete
  2. masi ada sih beberapa kantor yg ngga ngebolehin ditiung, tapi ini bukan kerdjaan cynnnn,,,mana ada kantor yang sekuler,,,huehehehhehhe

    ReplyDelete