Saturday, 29 October 2011

(sri) rejeki

bukan karena baru dapet undian satu miliar ataupun mendapatkan lekong italino, maroko, ato turki nan gantara. tapi gara-gara bisa nebeng kartu diskon!!!bahahahhahaha,,,murahan kan akyuuu.

jadi karena satu dan lain hal, residence permit si gue molor selesainya. harusnya si residence permit itu diambil di kampus secara massal. karena kemoloran ini akhirnya si gue kudu ngambil sendiri ke den bosch. perjalanan, selain memakan waktu, tentunya memakan uang. untuk menempuh jarak dari ede wageningen-den bosch sekitar 1jam11menit dengan harga tiket bolak-balik 25 yuro.25 yuro. untuk belanja makan satu minggu pun masih sisa. masih sisa.

tapi apa boleh buat, kalo ga diambil besok (baca:hari jumat), udah gada waktu lagi karena senin udah masuk periode 2 (kekejaman absolut:gada libur antar periode). dan diri ini belum apply kartu diskon yang mana kalo pigi-pigi naik kereta bisa mereduksi biaya sampe 40 persen. berangkatlah dengan langkah gontai nan malas karena jam delapan pagi masih gelap gulana dan suram.

terus pas lagi nunggu beus di halte, tiba-tiba terlihat seonggok mahluk angkatan 2010,sebut saja royce nama sebenarnya, lalu:

bening : 'mas roy-ceu, mo kemana?'
royceu :'jalan-jalan'
bening :'mo ngantor ya, internship'
royceu :'nggak, beneran jalan-jalan'
bening :'kemana mas?'
royceu :'ke den bosch'
bening :*berdiri dari kursi halte seraya melotot girang* 'jangan bilang mau ke den bosch ambil residence permit'
-jadi residence permit itu berlaku setaun, taun kedua harus apply dan harus ambil sendiri ke kantor imigrasinya di den bosch-
royce :'lha yo iya mau ambil residence permit'
bening :*cengengesan, kibas-kibas ekor sambil melotot girang* 'yesssss!!!berarti bisa nebeng kartu diskon kereta'

bahahahhahahah,,akhirnya jadilah kita berlima berangkat, dua orang anak 2011 dan tiga orang anak 2010. oh (sri) rejeki, engkau tidak pernah tertukar. seprti yang sudah saya katakeun, meskipun ini bukan undian yang nilainya semilyar, dan hanya reduksing ongkos dari 25 menjadi 15 yuro, tapi udah bisa bikin bersyukur banget.....jama~~ahhhh,,alhamdu~lillah....

inilah perwujudan residence permit yang ngantrinya ga nyampe 15 menit, dan ngambilnya ga nyampe 5 menit.


lalu sepnajang jalan kenganan bolak-balik, tak ada satu petugas pun periksa tiket. memang di sindang kayak begini, ga selalu ada pemeriksaan tiket, percaya aja bahwasannya semua orang yang naik kereta memang bertiket dan layak naik,,oh maiiii,,ingin rasanya aku tak membeli tiket saja *indonesia banget*

tapi kan ya udah jauh-jauh ke den bosch, pulangnya jalan-jalan sikit di sekitaran den bosch. ini sekelumit perwujudan den bosch (katanya sih nggak ngota-ngota amat), tapi terlihat ngota di mataku karena aku membandingkan dengan wageningen yang memang hanya 'secuplik'


pencitraan, berasa lagi di amerika,,,mihihihihihihihi

No comments:

Post a Comment