Wednesday, 14 March 2012

climate scientist vs meteorologist

sejatinya orang-orang yang nggak tahu (tapi sok tahu) suka mengganggap bahwa guwe sekolah buat meramal cuaca. CRAP!! jadi kalo dulu salah satu pertanyaan paling menyebalkan adalah 'kapan pake kerudung?', eh sampe sekarang juga masih sebel sih kalo denger orang ngomong gitu ke orang lain, biarin aja kale orang milih. toh ga semua yang pake kerudung lebih baik dari yang ga pake kerudung. catet!kenapa guwe jadi ngomongin kerudung?!teu nyambung. iya, kalo sekarang pertanyaan yang nyebelin adalah, 'ya, jadi ini cuacanya sekarang bakal gimana?' mana aing tahu!!!!guwe bukan meteorologist ato titisan mama loreng yang bisa menerawang.

ya emang gitu yah judul jurusan guwe, climate studies, tapi guwe ga dipersiapkan untuk jadi meteorologist. untuk ngeramal cuaca. kapan ujan, kapan panas, kapan badai atau kilat dan petir menyambar. apalagi spesialisasi guwe *eydan,,spesialisasi,,gaya teu?!padahal mah tetep teu ngarti nanaon acan* environmental system analysis. dimana letak meramal cuacanya?!?!dimana?!?!dimana?!?!?ga ada!!!! website pun bersabda :

The question is no longer if our climate will change, but how will it change and how will we adapt to these changes? Adaption and mitigation to global warming, the greenhouse effect and climate change all form the basis of the Master Climate Studies programme at Wageningen University. Students will gain a broad overview of climate change during this two-year programme. As changes and challenges crystallise, the demand for scientists able to understand and investigate them will rise. This master programme is specifically targeted at students who wish to focus on the scientific insights into climate change and on the social and economic implications of climate change in the broadest sense.


jadi jangan tanya ramalan cuaca sama guwe lagi ya?! mending tanya sama accuweather ato sama bmkg. jadi kuliah di sana buat jadi apa?! katanya sih buat jadi climate scientist ato mungkin climate skeptic hakakakakka. yang kedua lebih menarik. nature is robust!


p.s. dalam 40 tahun terakir ada 900 environmental treaties yang turn into forces.
p.s lagi kayanya guwe mulai meracau

No comments:

Post a Comment