Friday, 11 January 2013

tie the knot

oke ini postingan serius *pirsawan mengernyitkan dahi*

jadi abis jalan-jalan di blognya teh tiffa. iya sih, gw terlalu demen blogwalking. kalo ada lowongan kerja sebagai blogwalker, edan gw mau lamar!!!terus baca postingan yang judulnya berdua. tulisannya bagus, dan ini parahraf awal dari tulisan doi:
...pernikahan sebaiknya dilakoni oleh dua individu yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. sudah tidak ada yang dikejar. sudah menurunkan ambisi-ambisi. sudah bahagia walaupun ketika sendiri. sudah bersedia untuk memberi lebih banyak daripada meminta. sehingga ketika berdua, yang dijalani adalah berbagi kebahagiaan bukan menggantungkan kebahagiaannya di pundak pasangan..(tiffa)
yang kemudian gw twit dan menuai rituit lumayan banyak. berarti sebagian dari kita setuja dengan apa yang ditulis teh tiffa. dan gw secara pribadi pun setuja. terus kemudian pirsawan betanya, 'lo kepengen nikah nggak ning?' YA PENGEN LAH!! terus pertanyaann selanjutnya 'lo udah siap velom?!' ZONG!!!!

kadang kalo gw berkaca, kita (atau gw) ngerasa pengen nikah karena cuma karena pengen. karena banyak temen-temen yang udah nikah. karena masyarakat kita menentukan kapan seseorang menikah berdasarkan umur, bukan kesiapan *keren nggak gw?!itu original kata-kata gw* *sowat gitu ning?!*

terus kalo gw kembali sama apa yang teh tiffa tulis di atas, dan kemudian nanya sama diri sendiri 'udah selesai sama dirinya sendiri?' tentu saza.....belum!!!ada satu, dua, tiga, bahkan sekian puluh hal yang masih suka berseliweran di kepala. 'gw masih pengen ini', 'mau beginu, terus begini, nanti yang ini' yang kalau semua hal-hal tersebut dikezar pas udah nikah pasti bakal berat. seberat dosa gw pada ilahi robbi. temen juga bilang, kalau ambisinya masih gede untuk ngejar ini itu, kompromi dan toleransinya mesti tinggi. bisa nggak tuh?

terus intine opo????intine aku mau beres tesis di bulan februari!!!!!

sebenernya bagus aja kalau mau merenung, bukan merenung sih, mempertimbangkan. kalau standar tiap orang itu berbeda. yakali ada yang umurnya masih belia kemudian kawin dan sakseus, tapi itu semua ga bisa dipukul rata...

maka jangan sampai menyesal. jangan buru-buru kalau memang tidak siap. jangan bohong kalau memang tidak sanggup menikah cepat-cepat. hidup berdua (lalu ber-berapa selanjutnya, entahlah) dengan orang yang sama setiap hari, harus pandai-pandai mengatur suasana hati.
...tapi berdua itu menyenangkan. dengan orang yang dicintai apalagi. tidak mesti seperti habibie-ainun, bisa jadi seperti shinichi dan ran. mengenali pasangan setiap hari. jatuh cinta lagi pada orang yang sama berkali-kali (tiffa)

yuk mareeee...cus!!!

No comments:

Post a Comment