Thursday, 13 June 2013

me and public transportation: bablas maning!

alhamdulillah, berkat rahmat Allah yang maha kuasa dan didorongkan oleh keinginan luhur, maka sampailah ik di haribaan kamar tercinta setelah (lagi-lagi) kebablasan naik transportasi umum.

begini ceritanya, sekarang ini kan oguts lagi magang di nijmegen, sedangkan gw tinggal di wageningen. hamdalahnya, ada tebengan yang memudahkan mobilitas gw. cilakanya, kali ini si tebengan lagi ada kerzaan di luar londo, praktis gw harus naik kendaraan umum, salah satunya adalah kereta yang rutenya ede-wageningen --> arnhem --> nijmegen dan sebaliknya saat pulang. 

perjalanan di kereta cenderung singkat, setengah jam saza dan super gampang. perginya pasti direct train (ga usah ganti kereta) dari ede-wageningen ke nijmegen dan pulangnya ada direct train atau kita ganti kereta di arnhem. SUPER GAMPANG.

semua berjalan biasa aja. sampai sore ini *it just happened* gw sampai di stasiun nijmegen, ada kereta yang  menuju zwolle tapi bakal berenti di arnhem. asik nih, nggak nunggu lama di nijmegen, tinggal tuker kereta di arnhem. sikat!!!!

di kereta, gw wasapan sambil planga-plongo. sampai pada suatu masa, terdengar sang masinis bersabda in dutch dengan suara yang kumur-kumur 'blablablablabbal zwolle blablabla  ede-wageningen blabla utercht central blablbalbala'. hakul yakin pas liat jadwal di nijmigen, kereta ini ga lewat ede-wageningen, tapi dengan bermodalkan pendengaran yang seringnya salah dan kepercayaan diri tinggi ditambah kesotoy-an, gw berasumsi kereta ini akan lewat ede-wageningen. sampai arnhem kududuk manis, tak berniat turun sedikit pun untuk tuker kereta.

setelah kereta meninggalkan arnhem, tunggu punya tunggu, si kereta tak kunjung sampai ede-wageningen. harusnya 12 menit ajuah udah sampe, lha kok ini engga?!?!?!apa gerangan?!?! dengan sedikit sisa kecerdasan, akhirnya gw pakailah wi-fi di kereta untuk hal berguna: ngecek jadwal kereta, yang mana kereta yang gw tumpangin ga akan mampir ede-wageningen. saiton!!!!! positip gw kebablasan!!!! mungkin si masinis kumur-kumur itu bilang 'setelah sampai zwolle kereta ini lewat ede-wageningen blablablbala.

sebelum semakin bablas ke arah utara, akhirnya gw turun di stasiun zutphen. hamdalahnya, pas banget ada kereta yang mau balik arah ke nijmegen dan gw bisa turun di arnhem, tapi saitonnya itu kereta berenti di setiap stasiun *ibarat kata, bukan patas* zzzZZZzzzZZZZ. 

akhirnya setelah perjalanan berliku selama 1.5 jam *tiga kali waktu seharusnya* gw sampai di ede-wageningen. nggak tau kenapa, hubungan gw dengan transportasi umum di belando nggak harmonis. been 21 months in the netherlands, but still did so many unnecessary stupidity *self toyor 21.7 kali*

4 comments:

  1. Gue juga sering lho gk ngeh kalo si supir bis / tram / underground ngoceh gitu. Kalo udh kayak gitu, gue jadi drop..
    Oh Tuhannn, gue udh 2 tahun 5 bulan di Austria, masa bahasa Nazi kumur kumur masih blom khatam jugaaa?!

    Mwhahahahahahahah..

    ReplyDelete
  2. iya mbak...jadi deg-degan menerka-nerka tapi gagal paham. cuma ngeh sampe di level 'dames and heren (ladies and gentlemen)..' abis itu wis nggak ngerti --'

    ReplyDelete
  3. Ternyata bukan kuping gue aja yah yang bermasalah, kayaknya org Indo lebih bagus bahasa asing (selain bhs Inggris) kalo menulis, bukan mendengar..

    ReplyDelete
  4. Btw bhs Belanda mirip bahasa Jerman. Dames & Heren alias Damen & Herren disini.

    Jadi inget, nyokap ngomong sm anak gue "Schlapen!"
    Gue bilang
    "Ihh mama jangan kayak org sunda gitu kek! Schlafen kaliii.."
    Nyokap jawab
    "Yeee sok tau ade, ini bahasa Belanda kalii.."

    Hahahhaha Jangan jangan org Sunda jaman dulu terinspirasi bahasa Belanda yah, makanya banyak banget huruf P dalam kata2nya :D :D

    ReplyDelete