Wednesday, 14 August 2013

h-22

selasa. 
another ordinary day. 
finish all the revision *masih lho ya*. beresin reflection paper. reflection paper itu nggak lain ga bukan isinya curhat nggak jelas setelah internship. intinya learning goals dari internship itu apa, kecapai apa engga, dan rencana ke depannya mau kayak apa. ngeweslah gw tentang internship ditambah contekan dari mas emil, dese internshipnya tentang biogas gituh jadi nyambung. gimana nggak kurang bangke, reflection paper aja nyontek. 

hari berjalan normal. mood normal. sampai sore hari timeline twitter rame perkara cewek mandiri. ih...langsung dong insting kepo mencuat. apa yang terjadi?!?!? *zoom in-zom out* oh, ternyata ada pak ustad yang ribut perkara cewek mandiri...coba kita tengok isinya:

sumber: disini

pada dasarnya, gw selalu meyakini bahwa semua orang punya pandangan masing-masing tentang berbagai hal. ya silakan meyakini dan menjalani, tapi, at some points, i feel insulted with his statements. yang laki aja pada tersinggung, apalagi gw yang cewek....

just take one example -oke, ini pendapat gw pribadi, yang nggak setuju juga silakan-:

'wanita harus kuat, mandiri, nggak bergantung yang lain' | ya udah, itu pilihanmu, jarang lelaki yang mau wanita seserem itu hehe ... :D

oh, gw baru tau kalo jadi wanita kuat, mandiri, dan nggak bergantung sama yang lain = menyeramkan!!! *tepuk tangan* oh, mungkin pak ustad nganggepnya begitu ya...cewek tipe begini terlalu nyeremin, mungkin pak ustad lebih milih kawin sama sadako darapida sama cewek mandiri...gih!! *mulut kotor* ahahahahaha...

bok....ga semua cewek itu hidupnya ideal. dalam artian hidupnya enak dan pas, terus kawin di usia yang pas dengan laki-laki yang pas and live happily ever after. some of us have to strugggle and have no other options except being independent and rely everything on our self. 

sampe salah satu temen gw nulis di timelinenya, kurang lebih isinya tentang 'janda mati', beberapa cewek harus ditinggal duluan sama suami mereka dan udah jadi harga mati untuk mandiri, kuat dan bergantung sama yang lain. gw setuju ama yang dia bilang. kalau keadaan udah kayak gini, mau bergantung sama siapa pak ustad???sama suami orang lain?!?!

ini kalo dibahas satu-satu cuma bakal menguras emosi dan meruntuhkan mood. yaudalhya....
i don't hate you loh pak ustad, mungkin kita beda mazhab ajah, kurang cocok.... *salaman* *oiya, pasti ga mau salaman, bukan muhrim* *maap pak*

gw mah bukan golongan cewek smelekum baik-baik dan selalu manut, jadi pendapat gw juga pendapat seenak uel gw. tapi gw selalu yakin bahwa jadi orang yang relijius bukan berarti tidak realistis. nyet, jaman semakin sulit dan keras. mau jadi cewek manja dan menye-menye atau jadi cewek mandiri itu pilihan..terserah..... *melipir sambil mencarai ketenangan di timeline quraish shihab atau aam amiruddin*

auk ah wallahualambisowab....

No comments:

Post a Comment