Sunday, 12 October 2014

Kepribadian INFP

Selain mainan kuis-kuis nonsense semisal ‘coffee oracle’, ‘what cookies say about you’, ‘what country you should live’, dan lain-lain, gw pun hobi mainan personality quiz/tes. Berawal jaman baheula pake tes yang empat kategori personality sanguine-melankolis-plegmatis-korelis, ya lumayan buat insight but it does not tell much, too broad. Terus karena dalam kehidupan yang fana ini gw kadang mempertanyakan apakah gw ini gila apa engga *yes call me weird* *tapi kan kata ahok kalo lo sadar bahwa lo gila, lo sebenernya nggak gila* *hidup ahok!!*I felt the urge to know myself better.

Apa hubungannya berasa orang gila sama personality tes? Jadi begini, gw kan kadang mempertanyakan kenapa gw begini-kenapa gw begitu-terus kontemplasi *cih!!*, terus mikir ngapain sih gw kayak gini? Apa orang lain gini juga? Kalo orang lain ga gini apa gw gila? Ato gw begini karena bawaan orok? Nah, kalau gw lebih tau tentang diri sendiri, gw berasumsi ada hal-hal yang bakal terjawab dan terkuak *tsahhh*. Ya udahlah gw mainan si kuis yang pake sistem 16 personaliti, dulu tuh pernah ngambil kuis ini juga, tapi dulu nggak terlalu digubris, pas ngambil lagi hasilnya masih sama, cuma source quiz nya aja yang berbeda.

Jadi gw termasuk jamaah INFP. Salah satu jamaah dengan populasi tersedikit di dunia ini ga tau kalo di mars. Ini bukan bangga karena berasa langka dan one of kind yah, malah jatohnya kzl karena akan lebih susah menemukan orang yang melihat sesuatu seperti cara lo. Karena ketika lo sharing sesuatu, emang enak untuk dapat insight dari berbagai pandangan, tapi ngezelin juga bok kalo jatohnya pandangan-pandangan kita malah disalahartikan muluk. Kzl. Kalo kata Jamie Cullum please don’t let me be misunderstood *nyanyi* *ituh album Interlude udah keluar*


Oh iya, tapi kalau baca sumber lain tentang populasi, hasilnya beda-beda. Mungkin ini hasil studi yang lama atau gimana. Atau mungkin lembaga survey yang dipake beda *lirik kisruh quick count pilpres* Jadi kalau gw sering bilang gw itu banyak hasidu (hayalan si dungu) ya udahlah emang bawaan orok, match dengan INFP type.

Ada yang mau tau detail hasil tes gw? *NGGAK!!!* bodo amat, I’ll post it anyway. If in any weird circumstances there’s a psychologist out there interested doing research using me as a case study, I’ll say yes gladly. Hyeuk!!



Surprised that I am introvert? No, no surprise, yes I am introvert, a little (12% ajah, tapi tetep introvert). I like being surrounded by people whom I am familiar with. In the party where others are totally stranger (except si empunya party) I tend to have conversation with one or two people rather than being a star and mingle with many people. In the conference I feel safe when listen to somebody’s talk or even give a presentation and feel like am going to die in the (coffee) break where I have to meet others and have meaningful or only small talk. That’s why, the idea of being  a decent researcher/scientist scares me because  I have to attend many conferences and making networking which am pretty shit on that. Idea of being decent researcher/scientist? See,  another hasidu of mine. Ya gitudeh, tapi sekarang sih hamdalah pengetahuan semakin maju dan anggapan-anggapan miring tentang orang introvert mulai menurun. Karena pada masanya, introvert itu identik dengan nggak bisa ngomong, nggak bisa komunikasi yang mana banyak institusi jadi ragu mempekerjakan orang kayak gini.  Pada kenyataannya, introverts are able to deliver great  presentation whatsoever. Dan satu lagi, there’s nothing about introversion and being shyness apalagi sama shy-shy cat *?!*, nope that’s a total different thing. You can go wild and crazy although you are an introvert *nunjuk hidung sendiri*

Ini kok bahas introvert?

Ya gitu deh. Baca profil sebagai INFP udah kayak baca personality berdasarkan jodiak *halah disambung-sambungin*  Ya kalo baca karakter berdasarkan jodiak tuh dikatainnya dreamer *shahih lah gw sebagai ratu hasidu*, kreatip dan imajinatip, cocoknya jadi artist Hollywood,   semacem penulis, art performer, nu kararitu lah. Pokoknya match banget deh Sis!!

Jadi diplomat? Ini shahih jugak. Pada suatu hari gw pernah ngambil salah satu quiz tentang strength-weakness kalo berkarir *yaolo ratu quiz* kemudian hasilnya bilang gw tuh cocoknya jadi sekretaris jendral UN, taelah hasilnya :)))) *dikepert bank ki moon*, yagitudeh, kalo ditanya kan jarang ngasih jawaban ‘ya’ atau ’nggak’, pokonya play safe di tengah-tengah supaya semuanya terakomodir…bihihihihik. Bos gw pada masanya magang pernah bilang, ‘Sana kamu jadi presiden aja *jadi presiden Indonesia? Nee!! baru memegang jabatan sebulan rambut udah putih semua setres. Cihh!!*, atau paling enggak jadi duta besar. Siapa duta besar Indonesia buat Belanda? Sana kamu gantiin!’! *kepret*

Udah ah bahas diri sendiri muluk. Etapi biarin ngomongin/nyeritain diri sendiri, daripada ngomongin orang, itu bergunjing *pasang cadar* *padahal hobi*

Pokonya gini, secara garis beras INFP itu:
 Termasuk golongan idealis (bingits). Dengan jumlah populasi yang sedikit, ini bikin INFP sering merasa disalahartikan, tapi sekalinya menemukan orang dengan pemikiran yang serupa –gak berarti sama kan yak- itu tuh udah kayak kebahagiaan luar biasa dan jadi sumber inspirasi. INFP itu cenderung mengedepankan prinsip daripada logic (analis), excitement (explorer), atau practicality (sentinels). Ketika akan mengambil keputusan, yang diutamakan itu honor, beauty, morality and virtue *ga tau aku bingung nggak bisa trenslet pake kata yang pas* Orang INFP itu biasanya bangga dengan kualitas yang mereka punya tapi nggak semua orang paham and it can lead to isolation. –‘INFP bisa berkomunikasi secara dalam dengan orang lain. Kekuatan untuk menggunakan intuitive communication ini bikin mereka cocok untuk kerja kreatif (penyair, penulis, aktor *daptar audisi tukang bubur naik haji* ). Hal ini pun bikin INFP cenderung mampu untuk menguasai bahasa-bahasa lain *mana buktinya?!?!*.
INFP lebih memfokuskan perhatian pada sedikit orang, a single worthy cause. Kadang mereka pun lelah karena terlalu banyak hal buruk di dunia ini yang nggak bisa mereka perbaiki. Akibatnya kalau tidak berhati-hati, INFP malah sibuk in their quest dan mengesampingkan hal sehari-hari yang butuh diperhatikan.   Mereka sering terjebak dengan pemikiran mendalam, kontemplasi mengenai hipotesis dan hal filosofis. Kalau dibiarkan, mereka bisa menarik diri dan butuh banyak energi untuk mengembalikannya.
Fyuh.

You know, the scariest part of taking personality quiz when the result exactly shows who you really are.

Sebagai pelipur lara karena sering menyusahkan diri sendiri dengan idealismenya and be misunderstood, ini dia jajaran orang INFP: Shakespeare, Tolkien, Bjork, Depp, Julia Roberts, Lisa Kudrow, Tom Hiddleston. 

Yang tokoh fiktifnya: Frodo (LOTR), Anne (Green Gables), Fox Mulder (X-files) *that’s why I can really relate to how he sees this world!!!* *ge-er nggak kira-kira*, Deanna (Star Trek), Wesley Crusher (Start Trek).

Kalau mau ngambil kuisnya bisa di sini, siapa tahu ada ngerasa butuh tahu dirinya dan merasa gila juga. Nanti kita ngomongin aspek lain dari INFP di postingan berikutnya *kalo nggak males*. Adios!!

      

2 comments:

  1. Gw dapet ISTJ. Ih pantes gw jadi #cacingcau mulu...

    ReplyDelete
  2. tapi propil ISTJ rata-rata presiden dan perdana mentri, nepi ka si eceu merkel!!! #HancongForPresident2034

    ReplyDelete