Tuesday, 28 October 2014

kontemplasi pagi

*muntah ngetik judulnya*

‘When I was younger, I was healthier but I was racked with insecurity. Now I am older, my problems are deeper but I am more equipped to handle them’ (Jesse Wallace-Before Sunset).



Salah satu line favorit dari film Before Sunset. Trilogi manis yang pernah ada. Trilogi manis? Padahal gw belum pernah nonton Before Midnight. Udah pernah nonton sik, tapi belum sampe separo film terus udahan habisnya  takut kuciwa. Soalnya gini, gw suka sama Before Sunrise, terus pas nonton Before Sunset, gw lebih suka lagi. Before Sunrise itu kan they’re young, stupid and naive *tsaelahhhh*, pas Before Sunset tuh udah lebih dewasa and getting real gimana gituh (dan jangan lupa settingnya di Paris...ooo yeahhh). Nah, gw males aja kalau ternyata Before Midnight ini nggak sabagus Before Sunset, jadilah nggak gw tamat-tamatin sampai sekarang, padahal latarnya Yunani aja gitu. Impian banget nggak sih main ke Yunani *untuk kemudian melipir ke Santorini gitu* *berbisik Amiin dalam hati*

Oke, balik lagi ke ucapannnya Jesse (Ethan Hawke) di  Before Sunset yang mana kalau dipikir-pikir benar dan masuk akal. Waktu muda kita lebih sehat dan kuat (physically), tapi insecure nggak pede dan ragu-ragu kalau mau ngapa-ngapain. Aku tuh hidunya kepriye sih? Ini tuh harusnya gimana? Oh..oh...bagaimana ini?? Mikirnya pendek yang penting saat ini aja. Yang nanti ya biar nanti aja, yu dada babay yang penting gw hepi hari ini.

Saat udah menua, problematika hidup makin kampret, datang silih berganti, fisik makin ringkih, terus rambut rontok, metbolisme melambat, kerutan halus muncul (ini ngomongin apa sik?!). Ya pokonya, saat mulai menua (atau bertambah dewasa?), segalanya malah nggak tambah gampang dan tanggung jawab makin besar. Tapi pengalaman dan asam garam kehidupan udah lebih banyak dirasa, kita lebih siap buat menghadapi berbagai hal tersebut.

Iya nggak? Iya dong......seharusnya.

Nah, sayangnya omongan si Jesse itu nggak selalu applicable buat semua orang. 

Contohnya ya buat gw...bahahahakhamperthaha.

Waktu gw muda -ya sekarang masih uda juga sik-, oke ralat. Waktu lebih muda dari sekarang, ya gw bego (duile, kayak sekarang udah ngga bego), nggak mikir panjang, nganggep kalau idup tuh ga ribet dan ‘cuman’ gitu-gitu aja *cuman gundulmu!!*

Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak yang dilihat, semakin banyak yang dijalani, akhirnya tahu kalau world is a horrible –yet fine- place. Is this world getting any better? Hmmmmm...not really. Those experinces made you better, stronger, and well equipped. Masalahnya, meskipun kita udah lebih siap, masalah yang datang pun level kesulitannya naik, jadi ya tetep aja aku kudu priye iki?!?!

Jesse bilang kalo semakin tua kita semakin more equipped, nah more equiped tuh bisa banyak pegertiannya. Bisa jadi more equipped untuk menghadapi haters. Saking seringnya ketemu haters sampe apal selahnya ini orang harus diapain. Bisa juga more equipped dalam artian ngadepin uncertainty *no am not talking about uncertainties in clmate change scenarios that its model always needs to be validated, ngok!!*, karena sudah sadar bahwa hidup penuh ketidakpastian dan bisa menerima hal itu dengan baik, setiap surprise yang terjadi dalam hidup selalu bisa diambil sisi positifnya.  Kalau gw lain cerita, soalnya, rasa-rasanya more equipped ala gw masih di level beginner. Palingan keyakinan gw akan ‘badaiiiii pasti berlalu,’ itu juga kalau lagi waras, kalau lagi gila tetep aja meratap di pojokan. Kalau lagi waras dan di puncak kepositifan, i really can see the light at the end of the road. Dan kalau udah nggak tahu lagi ke mana harus bersandar selain ke dada Adam Levine, ya ini aja yang diingat: 

#BeningSoleha2014

versi penyair herman:

...wo aber Gefahr ist, wächst das Rettende auch... -Friedrich Hölderlin-

Jadi ya begitulah. Selamat Hari Sumpah Pemuda. Bukan Sumpah Serapah.

No comments:

Post a Comment