Monday, 27 July 2015

KZL...

Jadi gini, ujian Tuhan bisa datang dalam bentuk apa pun, termasuk dalam bentuk senior yang nggilani. Disclaimer dulu yah, senior tetaplah senior, bahwasannya secara ilmu dan pegalaman pasti jauh di atas gw yang hanya butiran debu ini. Tapi segimana pun banyaknya pengalaman yang dipunnya, kalau gemblung ya tetep gemblung, kalau sense of logicnya agak-agak ya tetep aja bikin KZL. Mana pulak gw termasuk golongan yang get irritated easily, like easily. Nyebelin kan gw? Ilmu cetek, pengalaman nggak punya, bahasa Inggris tensesnya campur sari, tapi menggunjingkan orang.

#1
Pada suatu hari yang panas, gw dan senior ,sebut saja, Mawar akan berlatih suatu metoda. Dia udah pernah diajarin sama, sebut saja, Kumbang. Pada hari itu Kumbang akan datang buat ngajarin lagi karena pada akhirnya gw yang bakal ngerjain. Awal-awal kita ngerjain, Kumbang belum datang. Mawar nggotong suatu larutan, terus taruh di atas meja seraya berkata,'Pas kemarin diajarin sama Kumbang, dia bilang suruh pake lemari asam, nah tapi sekarang dia belum datang dan nggak ada orang merhatiin, kita kerjain di sini aja ya.'

My reaction was like... 


Gw speechless abis. Inti dari pake lemari asam itu bukan ada atau nggak yang melihat kamu saat kerja, karena kalau ini intinya, Tuhan kan Maha Melihat *ngok*, tapi bahaya atau nggak. Semakin bahaya, precaution actionnya semakin banyak dong. KZL aing.

#2
Suatu hari gw dan Mawar sedang belajar satu metoda bersama, sebut saja, Melati. Salah satu step dari metoda tersebut adalah menggunakan penutup plastik di atas kaca. Ukuran penutup plasik yang dipake lebih kecil dari kaca alasnya (gambar paling atas).




 Lalu Melati bersabda, 'Gih, sekarang pake kutek buat ngelem penutup plastik dan kacanya.' 

NGELEM PENUTUP PLASTIK DAN KACANYA.

Apa yang gw lakukan (dan gw yakin kabanyakan orang pun) adalah gambar yang tengah. Pinggiran penutup dikutekin, ya biar nempel kelez. Nah, yang Mawar lakukan adalah gambar yang paling bawah. Ngapain ngutekin pinggiran kaca, lha wong nggak bikin nempel sama penutupnya.  Why oh why.


Itu hanyalah dua contoh dari sekian banyak kejadian-kejadian yang bikin puyeng pala berbi. Kalau ngutip omongannya 9gag, memiliki common sense itu bukan keberuntungan, tapi kesialan karena kamu tetap musti menghadapi orang-orang tanpa common sense.

Hyuk mari.

No comments:

Post a Comment