Wednesday, 14 December 2016

Pengalaman Menggunakan Kindle

Tadi kebetulan Sentot baru nanya, seputar kesan-kesan menggunakan Kindle selama ini, sekalian aja dijadiin postingan, mayan. Dulu gw pernah nulis ke-bimbo (bimbang, bo!)-an gw akan kindle vs buku, pertimbangan utama adalah sensasi baca buku via gandget, emang nyaman ya? Pertimbangan lain, ketika gw tiba-tiba ada acara jumpa penulis favorit, lalu buku karyanya yang gw punya semuanya versi Kindle, kan gw repot pas mau minta tanda bibir tangan, masa' gw harus nyodorin marker dan jidat, 'Saya mau minta tanda tangan, di jidat ya, boleh?.' Hyuk. Tapi seharusnya ini udah bukan masalah karena minta tanda tangan idola udah ga musim, sekarang sih minta selfie bersama, yekan?

Tapi kemudian, gw memutuskan beli kindle juga di sini karena......sedang ada promo. Antara lemah iman tergoda diskon atau memang pelit mau beli nunggu-nunggu dulu sampai ada diskon. Setelah gw hitung-hitung, harganya ga beda jauh sama Kindle yang dijual langsung di Amazon, sekalian dengan anti gores dan casingnya. Cuslahhh. Gw beli Kindle 8/Basic, kenapa? karena ini yang paling murah.

Ha.
Ha.
Ha. 

Pelit adalah koentji.


Kindle 8 ini memiliki kapasitas 4 GB dan bisa konek wifi, bisa langsung konek dengan Amazon yang bikin (godaan) beli buku tambah menjadi jadi *kamfrettt* dan juga dengan goodreads account. Namanya juga paling murah, fitur pun nggak se-wah tipe premium. Brightness dari Kindle ini fix, sedangkan kindle lain ada yang brightness-nya bisa diatur sehingga memungkinkan pembaca untuk membaca di tempat gelap. Tapi kalau tempatnya gelap lap lap lap, ya kalau gw sih bakal males baca lah *excuse orang pelit yang beli Kindle termurah*.


Gimana sejauh ini? So far so good lah. 

Gw tahu, banyak yang punya keinginan beralih untuk punya e-reader dan mulai baca e-book dengan harapan harga e-book akan lebih murah daripada buku fisik. Nggak ada. Harga e-book (baik kindle, nook, atau kobo) ga beda jauh dengan harga buku fisik. Kalau nggak sedang promo, harganya paling beda beberapa puluh sen atau 1 USD aja sama buku fisik. Yah, rugi dong? Hmmmmm, tergantung tujuan awalnya punya Kindle/e-reader itu apa. Kalau menurut gw harga e-book dipasang nggak beda jauh dengan buku fisik supaya industri buku fisik nggak mati, kebayang dong kalau harga e-book dipasang separo aja dari buku fisik di pasaran (ini analisis sotoy gw ya, tapi menurut logika gw sih masuk....hahahahahahaha).

Kalau harga sama, apa dong yang ditawarkan e-book? Kepraktisan. Itu yang paling utama kalau menurut gw. Sekarang bayangin kalau lo mau liburan ke Mars, supaya nggak matgay, lo berencana untuk memboyong banyak bacaan dari bumi, nah, ketika bacaan ini ada dalam bentuk e-book, semua bisa disimpan dalam satu gadget dengan berat sekitar 161 gram aja, bandingkan kalau lo bawa buku fisik, pasti harus bayar excess baggage :))). Tapi tetep, sekali lagi, pasti akan banyak yang merasa kalau sensasi baca dari gadget akan beda dengan baca buku beneran, mulai dari lembarannya, sampai ke bau bukunya. Aku paham. Selain bisa nyimpan buku dalam jumlah banyak tapi nggak nambah berat, Kindle pun punya baterei yang awet, punya fitur highlight untuk bagian-bagian yang dianggap menarik, ada bookmark, dan bisa download kamus juga (e.g. Oxford dictionary). Jadi kalau ada kata yang kita nggak paham artinya, tinggal klik kata tersebut, maka penjelasannya akan keluar. Selain itu, satu Kindle bisa diakses oleh multiple account dan satu akun bisa digunakan untuk login di berbagai Kindle (misalnya lo punya Kindle device, download Kindle app di Android, install Kindle app di PC. Satu akun lo akan bisa dipakai login di berbagai Kindle tersebut dan akan synchronize).  

Jadi gimana? mending Kindle atau buku fisik? Ah, itu terserah aja, gw kembalikan semuanya kepada umat. Satu yang pasti, kalau mau mempertimbangkan, jangan jadikan harga e-book sebagai satu-satunya patokan untuk ngukur untung ruginya punya Kindle, pun Kindle sendiri selalu e-book deal dan banyak juga Kindle e-book yang harganya 0 alias gratis

Akhir kata, selamat memilih.



p.s. aku sih termasuk kastamer yang puas dengan Kindle meski nggak nutup kemungkinan untuk tetap beli buku fisik karena 1) ya pengen aja 2) ga semua buku tersedia dalam versi kindle 

No comments:

Post a Comment