Wednesday, 9 August 2017

Tentang (Tambah) Tua

Bukan, bukan dalam rangka gw habis ulang tahun, cuma kok kayaknya penuaan ini semakin terasa ya *pasang koyok cabe sebadan-badan*. Bukan cuma masalah metabolisme menurun, cepet masuk angin, dan stamina masa muda yang menguap *dulu semangat ngantri konser, sekarang mentok di level Netflix and chill, tsaaahhhh*. Selain penurunan fisik, yang bikin gw sekarang paham kenapa nggak ada atlet yang pensiun pas udah tua, ada hal lain yang juga gw rasain, kayaknya gw menjadi (lebih) rasional. Ciehhhh, masa sih? *padahal mah tetep halu on day to day basis*  

Gw juga ga paham sih, entah gw menjadi rasional atau justru menjadi sinis dan nyebelin, tapi emang terjadi pergeseran cara pandang tentang banyak hal sih.  Gw pernah liat ada yang ngetwit, pas masih muda Spongebob, pas udah dewasa Squidward. Ih, bener banget tuh!! Gw juga nggak tahu gimana menjelaskan hal ini, tapi kayaknya bisa pake contoh. 

Waktu masih mudaan, mata gw berbinar dan gw mengangguk-angguk ketika ketemu quote:

pic from here
Sekarang....


YAELAH MZ, MB, QYTA SOBAT KIZMIN MAU TRAVELING PAKE APA?! Apa harus ke Dimas Kanjeng dulu? Ngepet? Piara tuyul? Jadi simpenan pejabat yang korupsi? Ya yang bener aja, kalau kebetulan emang tajir melintir dan tanpa kerja kehidupan tujuh turunan tetep terjamin, ya silakan, tapi ya nggak semua orang bisa begitu. Apalagi kalau kita mau adaptasi langsung ide yang, misalnya, dicetuskan orang dari negara maju yang mau traveling ke negara dunia ketiga pake mata uang dia yang nilainya jauh lebih tinggi dan kesaktian warga negaranya yang bikin dia nggak perlu bikin visa, lha kita? Meh. Ya kalau mau, kerja yang bener, lalu nabung dan jalan-jalan, ya sekali-kali kan perlu senang-senang dan nikmatin kerja keras. Tapi kalau hal tersebut tetap nggak memungkinkan, ya udahlahya, don't listen to your friends who happen to be a trash-traveling-snob. 'Ya kan, gw mau resign, pake semua tabungan, traveling, terus habis itu jadi travel blogger dan nulis buku.' Ya silakan, no one stops you, just check first about the odd of being success of doing it.

Hal lain adalah tentang kecantikan fisik, everyone is beautiful. No, it's not, it is just not, accept it :))). Dulu jaman masih muda, gw mikir, 'Iya kok semua orang cantik, cuma beda-beda aja cantiknya.' Beda cantiknya hahahahaha, menghibur diri karena menghadapi kenyataan pahit bahwa gw ga cakep :))). Sekarang? Lho, emang ga semua orang cantik. Liat dong gw, pake standar kecantikan manapun, pake biological metric mana pun gw ga cantik, terus gimana? Ya udah nggak gimana-gimana, emang kenyataannya gitu, mau oplas? sedot lemak? pasang susuk? Ga ah, sayang duite, lagian gw nggak (atau belum) berakir di dunia Hollywood *pret*. Buat gw secara pribadi, feel good about myself is more important than feel beautiful.

Juga tentang passion yang dulu pada masanya pernah gw tulis di sini. Makanya gw sempet gemes pas baca tulisan Angela Duckworth di bukunya Grit. Seolah-olah kesuksesan bisa diraih jika dan hanya jika dua variabel -passion dan perseverance- terpenuhi, dan harus dua-duanya. Gw ga peduli meski dia ahli di bidangnya, tapi dari tujuh triliun mahluk di bumi ini, berapa sih yang akhirnya bisa nemu passionnya? Dan gw yakin, orang-orang yang suskes, banyak sebagian dari mereka yang, 'Awalnya gw ngelakuin ini karena ga tau mau ngapain/karena nggak ada pilihan. Terus lama-lama dijalani, oke juga, gw jadi lebih jago dan gw ngelakuin hal itu secara konsisten sampai sekarang.' 
Sedangkan jaman dulu kalau denger tentang passion, tangan gw mengepal di udara sambil berlinang air mata lalu teriak, 'Akan Aku temukan passionku!!!!' NGOK. 
Tapi pasti ada juga orang-orang yang beruntung nemu passionnya lalu kerja keras dan berhasil. Well done. 

Kurang lebih begitu, mungkin jatuhnya lebih ke sinis dan nyebelin ya? Ya gimana dong. Jaman mudaan, apalagi jaman kuliah, hidup kan enteng aja, nggak ada tanggung jawab apa-apa, ibarat kata, what can go wrong? Ya banyak sih yang can go wrong, misal ngehamilin anak orang, tapi tahu kan ya maksud gw *?!*  Banyakan halunya, bikin list panjang ini dan itu, lingkungan di situ-situ aja, kuliah di kampus yang pas hari pertama masuk disambut pake spanduk ,'Selamat datang putra-putri terbaik bangsa.' Begitu tambah tua dan liat keluar, baru deh sadar.

Begitulah tulisan dari orang yang ngakunya menjadi rasional padahal ujung-ujungnya cuma jadi sinis dan nyebelin bak Squidward, lyfe.

6 comments:

  1. Ih sami pisan, urang ge ngerasa kok lama-lama gw makin kayak Squidward. Pan jadi watir ya sama kelangsungan challenge season 5.... #eaaa

    Belum lagi rasane badan tambah renta, tagihan makin banyak, padahal sakses juga belum... *sigh* #curcol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Squidward adalah cerminan nyata orang dewasa.

      Iya nih, gimana dong challenge? demi meniti karir di dunia entertainment!!!! *padahal challenge season 4 belum ditulis blognya...fufufufufufu*

      Delete
  2. THIS! "Buat gw secara pribadi, feel good about myself is more important than feel beautiful."

    gak perlu lah ya diet dietan... sakit urusan dokter.. yang penting I feel good.... I knew that I would now.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oy bosss jangan gitu juga tapinya, kan cita-cita semua orang tua pasti pengen sehat terus biar bisa nemenin anak sampe tua, yenggak?

      Delete
  3. Eh ceu,klo butuh kameramen buat next challenge aku bersedia loh..asal lain di wageningen,ga mampu.. Mihihi.. *pdhl geus aya tehnologi tripod

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh loh ceuuuuu, tapi kameramen tida dibayar karena kami tida mampu, jadinya sodakoh...hahahahaha

      Delete